Bupati Sumbawa Hadiri Panen Raya Bawang Merah di Desa Brang Kolong

Sumbawa, pulausumbawanews.net – Bupati Sumbawa, Drs H. Mahmud Abdullah membuka Panen Raya Bawang Merah, Program The Development Of Integrated, Farming System, In Upland Areas Project, Dirjen PSP, Kementerian Pertanian Republik Indonesia Tahun 2022. Panen raya dilaksanakan pada Senin (4/7) di Desa Brang Kolong Kecamatan Plampang. Turut hadir Direktur Irigasi Pertanian Direktorat Jenderal Prasaran Dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian RI, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Forkopimda Kabupaten Sumbawa, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Pimpinan OPD Kab. Sumbawa, Branch Manager PT Bank NTB Syariah Cabang Sumbawa, Camat Plampang, Kepala Desa se-Kecamatan Plampang Serta Seluruh Kelompok Tani.

Ir. Ni Wayan Rusmawati, M.Si.

Dalam laporan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ir. Ni Wayan Rusmawati, M.Si., menyampaikan bahwa pertemuan pagi ini merupakan panen raya bawang merah yang merupakan bantuan program Upland dari Kementerian Pertanian khususnya dari Dirjen Prasaran Dan Sarana Pertanian (PSP), serta bantuan program Upland ini selama 5 tahun kedepan, semoga tahun pertama ini bisa berlanjut dan bisa berproduksi bawang merah dengan baik dan dengan harga yang luar biasa. Sehingga, untuk tahun 2022 sudah dilakukan pengembangan seluas 385Ha yang dimana jumlah kelompok tani seluruhnya yang dapat program Upland sebanyak 84 kelompok tani, namun yang baru mengembangkannya sebanyak 38 kelompok tani yang tersebar di 12 kecamatan dan 19 desa. Dari pengembangan yang dilakukan 38 kelompok ini sudah melakukan panen raya di masing_masing kelompoknya. Karena itu, harga bawang merah di Sumbawa saat ini Rp. 47.000/Kg. Selain itu, Upland juga memberikan bantuan sumur dangkal, sumur dalam, sumur bor untuk para kelompok tani yang dimana 80% petaninya asli Kabupaten Sumbawa sudah mengoptimalkan dan memanfaatkan program tersebut dalam menghindari kekeringan lahan.

Vikri Indra

Selanjutnya, Direktur Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian RI diwakili Asisten Monitoring dan Evaluasi Proyek Upland, Vikri Indra, menyampaikan arahan Presiden RI mengenai kebijakan nasional dalam RPJMN 2020-2024 bahwa kebijakan dalam periode ini diarahkan ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi termasuk memperhatikan kesejahteraan keluarga petani dan memperhatikan berkelanjutan sumber daya pertanian. Dalam rangka tujuan dan sasaran pembangunan khususnya dalam bidang pertanian, maka dana pembangunan dapat bersumber dari beberapa pendanaan salah satunya adalah pinjaman luar negeri proyek Upland.

Kegiatan Upland merupakan kegiatan yang komprehensif dari pengembangan on farm sampai off farm. Pada tingkat on farm contohnya adalah peningkatan produktifitas pertanian dan ditingkat off farm adalah pengembangan kelembagaan, sehingga petani menjadi mandiri dan pengembangan pasar untuk komoditas pertanian baik domestik maupun ekspor.

Selain itu, aspek lingkungan tidak boleh lupakan, dimana sistem pertanian yang dibangun harus mengutamakan kaidah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Kegiatan Upland juga sedang merancang untuk asuransi usaha tanaman bawang merah yang bekerjasama dengan Jasindo.

Adapun harapannya untuk masyarakat tani khususnya di desa brang kolong Kecamatan Plampang agar dapat mengoptimalkan dengan sebaik-baiknya kesempatan ini untuk memulai era baru model pengembangan pertanian yang maju, mandiri dan modern.

Drs H Mahmud Abdullah

Dalam sambutan, Bupati menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kemeterian Pertanian RI yang sudah menunjuk Kabupaten Sumbawa sebagai lokasi kegiatan Upland ini. panen raya yang kita laksanakan hari ini membuktikan bahwa petani penerima bantuan telah sungguh-sungguh melakukan budidaya bawang merah. Hal ini terbukti pada 12 kecamatan 19 desa penerima bantuan, rata-rata sudah melakukan panen dengan produksi yang cukup tinggi dan harga jual yang sangat baik. “Untuk itu, selaku Pimpinan Daerah Kabupaten Sumbawa, saya sangat mengapresiasi program ini karena bantuan yang diberikan dari hulu hingga hilir sampai dengan pemasaran serta pembentukan Badan Usaha Milik Petani (BUMP), yang nantinya dapat menjadi wadah bagi petani upland untuk memasarkan produk hasil pertanian kepada offtaker, bukan kepada tengkulak,” tandasnya.

Bupati menghimbau kepada para petani bawang merah agar senantiasa melakukan budidaya tanaman yang ramah lingkungan, seperti memanfaatkan pupuk organik maupuk pestisida nabati. Adapun penggunaan pupuk dan pestisida kimia merupakan alternatif terakhir. “Dan insyaallah program ini akan terus saya pantau,” ucapnya. (PShum)

Komentar

comments

Facebooktwitterlinkedinrssyoutube

Leave a Reply

Your email address will not be published.