Dinas Dikbud Sumbawa Kembali Berlakukan Belajar Dari Rumah

Sumbawa, PSnews – Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) menghentikan sementara kegiatan pembelajaran tatap muka pada sementar genap tahun 2021 untuk jenjang pendidikan PAUD, SD dan SMP. Pembelajaran dialihakan menjadi BDR (Bejalar Dari Rumah) dengan sistem dalam jaringan (Daring) maupun luar jaringan (Luring).

Kepala Dinas Dikbud Sumbawa – Sahril mengatakan, keputusan ini dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Kepala Dinas nomor 423.1/025/Dikbud/2021 prihal : Surat Edaran BDR pada Semester Genap. Dimana keputusan mengalihkan pembelajaran dari tatap muka di sekolah menjadi BDR dilakukan berdasarkan data terbaru perkembangan Pandemi Covid 19 di Kabupaten Sumbawa yang semakin meningkat dan tersebar di semua wilayah kecamatan se-Kabupaten Sumbawa. Bahkan ditemukan adanya data usia anak sekolah yang terpapar. ‘’Mencermati perkembangan penyebaran covid-19 di Kabupaten Sumbawa seiring dengan dimulainya proses pembelajaran di semester genap di 2021, anak-anak kita, orang tuanya, bahkan guru-guru ada yang berlibur ke luar daerah. Untuk itu kami, setelah berdiskusi panjang dengan kepala bidang, saya memutuskan untuk mengalihkan proses pembelajaran dari tatap muka menjadi BDR,’’ jelasnya kepada wartawan.

Lebih jauh dijelaskan, BDR ini akan berlangsung sampai waktu yang belum ditentukan berdasarkan perkembangan kasus covid-19. Jika kasus positif menurun drastis, maka pembelajaran akan dialihkan kembali menggunakan sistem tatap muka di sekolah. ‘’Nanti kita lihat perkembangannya. Jika menunjukan penurunan yang cukup drastis, maka kita akan membelajarkan dengan sistem tatap muka,’’ tukasnya.

Ia mengingatkan, selain siswa melaksanakan BDR, guru juga diwajibkan untuk bekerja dari rumah. Hanya kepala sekolah dan orang-orang tertentu yang berkepentingan mendesak diperbolehkan berada di sekolah. ‘’Guru dan Murid belajar dari rumah. Saya ingatkan hanya kepala sekolah dan orang-orang tertentu yang karena urgensitas sekolah berada di sekolah. Semua guru dan murid bekerja dari rumah. Guru WFH, murid DBR,’’ tegasnya.

Diharapkan, guru dapat menjadi contoh bagi masyarakat bagaimana menerapkan protokol kesehatan untuk pencegahan covid-19. ‘’Kita harapkan dengan guru harus menjadi pioner bisa menjadi contoh bagi masyarakat bagaimana menerapkan protokol kesehatan untuk pencegahan covid-19. Semoga covid-19 segera berlalu,’’ pungkasnya. (PSg)

Komentar

comments

Facebooktwitterlinkedinrssyoutube

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *