KA-KAMMI NTB Siapkan Tim Trauma Healing

Bima, PSnews – Guna mengatasi trauma bagi para korban bencana banjir bandang yang sempat terjadi di Bima pada (21/12) dan (23/12) lalu. Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KA KAMMI) wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah menyiapkan Tim Trauma Healing terutama bagi anak-anak yang menjadi korban bencana banjir. “Alhamdulillah, tim trauma healing sudah kita siapkan. Untuk psikolog, mungkin besok sudah ada yang berangkat,” papar Presidium Nasional KA KAMMI Wilayah NTB, Johan Rosihan, ST pada Selasa (27/12/16).

Dalam hal ini juga sambung Johan, turut terlibat langsung pihak dari Aksi Cepat Tanggap (ACT). Sebab, ia bersama ACT sudah melakukan pendataan. Bahkan kata Johan, dengan dihadirkan Kerjaan Dongeng sudah sangat siap menghibur anak-anak. “Yang pasti, kami ingin berbuat maksimal bagi saudara/i di Bima. Terlebih lagi, bagi anak-anak kita. Senyuman manis dan polos mereka harus kembali lagi seperti sedia kalanya,” tutur JR-karibnya pria kelahiran asal Tana Samawa ini.
JR yang juga merupakan Anggota DPRD NTB ini, berharap dengan upaya maksimal yang meskipun tidak seberapa ini dapat memberikan manfaat dan dirasakan langsung bagi masyarakat terdampak. Karena menurut JR, kepedulian dan kebersamaan adalah hal yang prioritas baginya. “Sebuah rasa dan indahnya hidup akan hadir jika kita belajar memprioritaskan sikap kebersamaan, peduli dan saling berbagi,” tuturnya.
Adapun bantuan lain yang disediakan dan akan disalurkan lagi yakni seperti logistik/pangan, keperluan dan kelengkapan anak/bayi, ibu-ibu (dalaman perempuan) hingga keperluan pendidikan lainnya untuk anak bersekolah seperti, seragam sekolah, sepatu, tas, buku dan masih banyak lagi. “Kendaraan sudah ada, barang-barang bantuan sudah sial tinggal kita diatribusikan saja. In Syaa Allah, besok sudah bisa kita salurkan. Penyaluran bantuan kita lakukan secara bertahap,” demikian Johan Rosihan. (PSbo)

Komentar

comments

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *