F-Hanura Soroti Kerusakan Gedung DPRD Sumbawa

Sumbawa, PSnews – Kerusakan yang terjadi di gedung DPRD Sumbawa mendapat sorotan dari Fraksi Partai Hanura. Padahal, usia gedung yang dibangun dengan dana CSR PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) tersebut belum menginjak lima tahun. Meski begitu, Fraksi Hanura dan sejumlah Fraksi lainnya menolak rencana pembangunan gedung baru untuk Sekretariat DPRD Sumbawa.

Melalui juru bicara – Cecep Lisbano dalam sidang paripurna Kamis (17/11/2016), Fraksi Hanura mengungkapkan. gedung Dewan yang baru berusia 4 tahun dan menghabiskan anggaran pembangunan sekitar Rp 15 miliar ini, mulai mengalami kerusakan yang cukup banyak, salah satunya bocor di bagian atap gedung. Kebocoran atap tersebut sangat mengganggu cantiknya lobi gedung Dewan, karena jika hujan lebat mengakibatkan genangan air di lobi lantai 2 gedung Dewan.
“Untuk itu Fraksi Hanura memandang jika pun harus ada dana untuk gedung Dewan akan lebih baik digunakan untuk perbaikan-perbaikan,’’ paparnya.

Kemudian terkait rencana pembangunan gedung Sekretariat DPRD, pihaknya dengan tegas menolak pembangunan tersebut karena terkesan mubazir dan menghabiskan anggaran daerah.
“Untuk apa harus membangun gedung baru, gedung yang ada sekarang saja masih banyak ruang yang kosong dan tidak termanfaatkan dengan maksimal. Janganlah kita berkedok fasilitas Dewan, tapi harus mengorbankan hak rakyat yang lebih membutuhkan dana tersebut,’’ tukasnya.

Hal senada disampaikan Fraksi Gerindra melalui juru bicaranya – Muhammad Faisal, yang memandang pembangunan kantor tersebut belum menjadi sebuah kebutuhan mendesak. Disamping itu kantor yang ada saat ini masih cukup representatif untuk kelancaran semua kegiatan dan program yang ada.
“Sesungguhnya lebih arif jika anggaran yang direncanakan untuk pembangunan kantor tersebut diarahkan kepada program yang lebih berpihak kepada kepentingan masyarakat pada umumnya,’’ terangnya.

Begitu pula juru bicara Fraksi PPP – Ismail, yang menolak pembangunan gedung Sekretariat DPRD, karena gedung yang ada saat ini masih sangat refresentatif sebagai gedung tata kelola kesekretariatan DPRD Sumbawa.
“Fraksi kami meminta agar Pemerintah Daerah betul-betul mengedepankan kebutuhan masyarakat yang lebih luas baik bidang fisik, ekonomi maupun sosial budaya,’’ tandasnya.

Termasuk juru bicara Fraksi Nasdem – Edi Syarifuddin, dengan alokasi anggaran yang mencapai sekitar Rp 7 miliar, pihaknya dengan tegas menolak hal tersebut. Hal ini didasari karena masih banyaknya kebutuhan masyarakat yang mesti difasilitasi. (PSg)

Komentar

comments

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *