NPI Bersama DPRD NTB Gagas Sekolah Parlemen

Mataram, PSnews – NTB Public Initiative (NPI) yang belum lama ini melaksanakan Sekolah Politik di Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), kini menggagas Sekolah Parlemen. Konsep Sekolah Parlemen ini ditawarkan NPI ke DPRD NTB. Untuk maksud itulah, Ketua NPI, Megawati Lestari, SH. menemui Ketua DPRD NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda, SH. MH.

Pertemuan yang difasilitasi oleh Pimpinan Komisi IV DPRD NTB, Nurdin Ranggabarani, SH. MH tersebut berlangsung di ruang kerja Ketua DPRD NTB, belum lama ini. Gagasan Sekolah Parlemen tersebut disambut baik oleh Ketua DPRD NTB.

Ketua NPI, Megawati Lestari, menjelaskan, melalui Sekolah Parlemen itu nantinya diharapkan masyarakat luas dapat lebih mengenal dan mengetahui agenda, aktifitas, kegiatan, hingga kinerja lembaga parlemen dalam melaksanakan tugas, fungsi dan kewenangannya sebagai lembaga perwakilan rakyat. Melalui Sekolah Parlemen ini juga nantinya masyarakat akan mengetahui peran dan fungsi DPRD dalam pengambilan keputusan terkait berbagai regulasi maupun kebijakan daerah bersama Gubernur Kepala Daerah. Seperti dalam penyusunan Peraturan Daerah, APBD, tugas dan fungsi Alat Kelengkapan Dewan (AKD), seperti Pimpinan Dewan, Komisi-komisi, Badan Anggran, Badan Musyawarah, Badan Pembentukan Perda, Badan Kehormatan hingga fraksi-fraksi dewan.

Sekolah Parlemen ini nantinya akan diikuti oleh para pemuda dari berbagai Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), pelajar, mahasiswa hingga masyarakat umum. Adapun materi yang disampaikan adalah yang berkaitan langsung dengan fungsi tugas dan kewenangan parlemen. “Dan Sekolah Parlemen ini merupakan hal yang pertama kali serta satu-satunya Sekolah Parlemen yang digagas dan diawali dari NTB,” tandas Megawati Lestari.

Pertemuan Ketua NPI, Megawati Lestari, SH. dengan Ketua DPRD NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda, SH. MH.
yang difasilitasi Pimpinan Komisi IV DPRD NTB, Nurdin Ranggabarani, SH. MH

Sementara itu, Ketua DPRD NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaedah menyambut baik ide dan gagasan ini. Isvie menyatankan agar istilah Sekolah dapat disesuaikan dengan kegiatan yang direncanakan. “Kami menyambut baik dan positif ide gagasan ini, agar masyarakat luas juga dapat mengetahui dan mengerti tentang fungsi tugas dan kewenangan lembaga ini,” jelas Isvie. (PSbo)

Komentar

comments

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *