LPA Upayakan Pelaku Pencabulan Direhabilitasi

Sumbawa, PSnews – Kasus tindak pidana pencabulan yang dilakukan SL (14) terhadap ibu rumah tangga berinisial RK (25) di Desa Jorok Kecamatan Unter Iwes pada Kamis (02/03) sekitar pukul 14.00 Wita, mengundang perhatian Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sumbawa. Mengingat pelakunya masih dibawah umur yang sedang mengenyam pendidikan Kelas II pada i sebuah SMP di Sumbawa. 

Setelah sempat buron beberapa hari, SL warga Desa Jorok Kecamatan Unter Iwes itu akhirnya ditangkap polisi saat bersembunyi di rumah pamannya di Kelurahan Brang Bara Kecamatan Sumbawa, pada Senin malam (06/02/2017) sekitar pukul 21.00 wita.

Baca juga :

Terhadap kasus ini, Pegiat LPA Sumbawa, Fatriatul Amanda mengatakan pihaknya sedang berupaya agar pelaku dapat menjalani proses rehabilitasi, mengingat masih dibawah umur.

Ancaman hukuman yang dikenakan terhadap SL yakni maksimal 9 (sembilan) tahun penjara. Sehingga yang bersangkutan tidak dimungkinkan untuk dilakukan diversi. “Sesuai ketentuan, anak yang berhadapan dengan hukum tidak bisa dilakukan diversi (penyelesaian diluar pengadilan-red), jika ancaman hukuman yang mejeratnya lebih dari tujuh tahun,’’ jelasnya.

Untuk itu, pihaknya akan mengupayakan agar SL dikirim ke Panti Sosial Paramita di Mataram NTB untuk direhabilitasi. Dan sejauh ini LPA Sumbawa sudah membangun koordinasi dan komunikasi dengan bagian Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polres Sumbawa terkait rencana tersebut.

Aparat kepolisian diharapkan segera melakukan pemeriksaan terhadap SL. Setelah itu, SL akan dirujuk ke Mataram untuk direhab sambil mengikuti proses hukum yang menjeratnya. “Dalam proses hukumnya sendiri, nanti SL akan didampingi penasihat hukum dari LPA Mataram. ‘Kalau dia tidak direhabilitasi, kami khawatir akan tumbuh menjadi pribadi pendendam dan kerap melakukan tindakan kekerasan. Karena menurut pengakuan orang tuanya, SL sering menyendiri dan jarang bergaul dengan temannya,’’ ungkap Atul sapaan akrab Fatruatul Amanda. (PSg)

Komentar

comments

Facebooktwitterlinkedinrssyoutube

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *