OPINI : Penyuluhan Kesehatan Pencegahan Diare Pada Anak SDN Batu Nisung Kabupaten Sumbawa

Penulis: Nur Arifatus Sholihah, S.KM., M.Kes (STIKES Griya Husada Sumbawa)

Penyakit diare merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia, hal ini disebabkan karena masih tingginya angka kesakitan diare di Indonesia dari tahun ke tahun. Angka kesakitan diare pada tahun 2020 sebesar 64,53 per 1000 penduduk turun bila dibandingkan dengan tahun 2019 sebesar 77,65 per 1000 penduduk dan dilaporkan bahwa 100% balita yang menderita diare sudah ditangani. Kasus tertinggi terdapat di wilayah Puskesmas Bantul I sebesar 153 kasus tahun pada anak kurang dari 3 tahun. Dari semua kematian anak balita karena penyakit diare, 78% terjadi di wilayah Afrika dan Asia Tenggara di Indonesia.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa diare menduduki peringkat kedua sebagai  penyebab  kematian  Balita   di   dunia   padahal   penyakit   ini   dapat   dicegah   dan diobati. Setiap tahun, diare membunuh 525.000 balita dan menyebabkan 1,7 juta anak menderita diare di dunia. Hasil penelitian yang dipublikasikan oleh Lancet 2016 menyebutkan bahwa diare berada di peringkat ke-8 penyebab kematian dari semua umur dan peringkat ke-5 pada balita. Diare banyak terjadi di negara berkembang. Di negara dengan pendapatan rendah, kejadian diare rata-rata 3x per t) sebesar 6,8 % untuk semua golongan umur, sedangkan untuk balita ada 11%. Dari hasil tersebut meskipun terdapat kecenderungan penurunan kematian dan kesakitan akibat diare namun masih merupakan masalah terbanyak an sanitasi lingkungan.

Penderita diare di Kabupaten Lombok Timur sudah meluas ke delapan wilayah kerja pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas). Jumlah penderitanya menjadi 858 orang, dan yang masih menjalani perawatan sebanyak 171 orang. Warga yang meninggal akibat diare tersebut sebanyak tiga orang. Meskipun sudah mulai menurun tetapi setiap harinya ada dua kasus baru. Penderita diare di Kabupaten Lombok Timur sudah meluas ke delapan wilayah kerja pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas). Jumlah penderitanya menjadi 858 orang, dan yang masih menjalani perawatan sebanyak 171 orang. Warga yang meninggal akibat diare tersebut sebanyak tiga orang. Meskipun sudah mulai menurun tetapi setiap harinya ada dua kasus baru.

Pengabdian kepada masyarakat bertema Penyuluhan Kesehatan Pencegahan Diare Pada Anak SDN Batu Nisung Kab.Sumbawa. Investigasi dan observasi menunjukkan bahwa Penyakit yang dianggap remeh oleh sebagian masyarakat, yakni diare ternyata masih banyak terjadi di NTB. Berdasarkan data Dinas Kesehatan NTB, angka tertinggi terjadi pada Agustus lalu dengan jumlah 19.232 kasus. Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr Nurhandini Eka Dewi menyampaikan angka tersebut tertinggi selama tahun 2017. Dengan penderita diare terbanyak berada pada usia 0-5 tahun alias bayi dan balita.Oleh karena itu kami berencana melakukan penyuluhan kesehatan dalam pencegahan diare pada anak di SDN Batu Nisung.

Kegiatan penyuluhan kesehatan ang bertema “Pencegahan Diare pada Anak di SDN Batu Nisung” di selenggara Di Dusun Batu Nisung tempat di SDN Batu Nisung pada pukul 09:00 WITA dengan jumlah peserta bekisar 30 orang dari kalangan anak anak Kelas 3 SDN. Adapun prosedur kegiatan penyuluhan “Pencegahan Penyakit Diare” yaitu semua siswa kelas 3 melakukan registrasi terlebih dahulu sebelum masuk ke ruangan, peserta yang mengikuti penyuluhan “pencegahan penyakit diare” diarahkan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yaitu memakai masker dan menjaga jarak. Setelah peserta penyuluhan terkumpul dan suasana sudah tertib, maka moderator akan membuka acara selama 3 menit dengan salam pembuka, perkenalan, menyampaikan maksud dan tujuan dari acara penyuluhan dan dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Sekolah SDN Batu Nisung selama 5 menit. Seusai sesi pembukaan, maka moderator akan mengalihkan acara ke sesi penyampaian materi, dimana pada sesi penyampaian materi akan diisi oleh satu pemateri dalam kurun waktu 20 menit dan dilanjutkan dengan sesi nonton bersama mengenai video interaktif pencegahan Diare. Setelah pemateri selesai menyampaikan materi, maka moderator akan mengambil alih acara untuk membuka sesi Tanya jawab kepada para peserta serta pemberian doorprize kepada peserta yang berhasil menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pemateri selama 15 menit. Setelah sesi Tanya jawab selesai, maka moderator akan mengalihkan acara ke acara penutup yang dimana akan diisi dengan pembacaan doa dan sesi foto bersama.

Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk Untuk memperluas dan menambah informasi kepada masyarakat khusunya anak anak tentang pencegahan penyakit Diare, serta mendorong terciptanya partisipasi masyarakat khususnya anak anak untuk dapat melindungi dirinya dari penyakit Diare. Selain itu untuk meningkatkan derajat Kesehatan dengan mengajarkan kepada anak anak bahwa penerapan PHBS adalah hal yang penting dalam pencegahan penyakit Diare. Seluruh peserta pengabdian antusias dalam menerima kedatangan tim pelaksana untuk mengikuti penyuluhan kesehatan.

Kesimpulan dalam kegiatan ini adalah memberikan penyuluhan kesehatan kepada siswa SDN terkait cara pencegahan diare, Pernyataan yang diucapkan oleh Menkes berdasarkan teori H. L. Blum, bahwa derajat kesehatan ditentukan oleh 40% faktor lingkungan, 30% faktor perilaku, 20% faktor pelayanan kesehatan, dan 10% faktor genetika ( keturunan ). Penyakit Diare dapat disebabkan oleh perilaku dan lingkungan yang tidak sehat. Diare dapat ditularkan melalui makanan/minuman yang terkontaminasi oleh virus penyebab diare. Diare yang terjadi disebabkan oleh perilaku hidup tidak sehat dan mengonsumsi makanan yang biasanya belum tentu terjamin masalah kesehatan dan kebersihannya, yang dapat menyebabkan diare. Rencana intervensi yang akan dilakukan adalah melakukan penyuluhan berupa penyampaian materi mengenai pencegahan terjadinya diare pada anak anak dengan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). (☆☆☆)

Komentar

comments

Facebooktwitterlinkedinrssyoutube

Leave a Reply

Your email address will not be published.