Kurangi Risiko Bencana, BPBD dan STIRRRD Survey LG-SAT

Sumbawa, PSnews – Pemkab Sumbawa melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bekerjasama dengan STIRRRD Wilayah Indonesia Timur menggelar acara dalam rangka mengetahui sejauh mana penyelenggaraan kegiatan pengurangan risiko bencana disuatu daerah, yang dilaksanakan di ruang rapat lantai I Kantor Bupati Sumbawa pada Jumat (2/8/2019).

Bupati Sumbawa dalam sambutan tertulis yang dibacakan Penjabat Sekda Sumbawa – HM Ikhsan mengatakan, Kabupaten Sumbawa memiliki beragam ancaman bencana alam, seperti banjir, cuaca ekstrim, kekeringan, gelombang ekstrim dan erosi, gempa bumi, tanah longsor, letusan gunung api, tsunami, dan konflik sosial. “Masih segar dalam ingatan kita pada gempa dengan magnitudo 7,0 SR yang mengguncang Lombok tahun 2018 lalu, dimana getarannya dirasakan hingga KabupatenSumbawa, yang menyebabkan korban jiwa dan kerusakan cukup parah di kecamatan Alas Barat, Alas, Buer dan Lunyuk,’’ paparnya.

Sebagai daerah rawan bencana, baik yang disebabkan faktor alam, manusia, atau keduanya yang mengakibatkan korban, penderitaan bagi manusia itu sendiri, kehilangan harta benda, kerusakan lingkungan, dan fasilitas umum, serta menimbulkan gangguan terhadap tata kehidupan masyarakat, harus diakui hingga saat ini Pemda masih belum dapat sepenuhnya mampu meniadakan risiko bencana yang disebabkan oleh kejadian atau peristiwa tersebut. Instansi Pemerintah selain BPBD, sektor swasta, dan masyarakat belum memahami dengan baik bahwa mereka juga memiliki tanggungjawab untuk melaksanakan langkah-langkah pengurangan risiko bencana. ‘’Diharapkan dari hasil dari kegiatan ini nantinya diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi kita bersama, sehingga upaya penanganan pasca bencana di Kabupaten Sumbawa dapat semakin baik dan terarah, terkoordinasi dan terpadu,’’ tegasnya.

Sebelumnya perwakilan Program STIRRRD – Esti Anantasari mengatakan, pihaknya secara khusus melakukan survey LG-SAT (Lokal Government Self- Assessment Tool)untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan penanganan risiko bencana dipahami dan dilaksanakan di Kabupaten Sumbawa. ‘’Dulu kami pernah melakukannya ditahun 2014, karena itu kami ingin melihat lagi dalam skala 5 tahun itu seperti apa,’’ pungkasnya. (PSg

Komentar

comments

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *