Sudah Dilaunching, 10 Kecamatan Jalankan Program Krabat

Sumbawa, PSnews – Sebanyak 10 Kecamatan di Kabupaten Sumbawa bakal menjalankan program Desa Bebas Rentenir melalui Kredit Sahabat (Krabat). Program tersebut dilaunching pada Rabu (22/3/2017) diikuti Sekretaris Kecamatan dan Kepala Desa, di aula H Madilaoe ADT lantai III Kantor Bupati Sumbawa. Kegiatan itu juga dirangkaikan dengan Seminar Nasional “Mengembangkan BUMDesa Dalam Upaya Membersihkan Masyarakat Desa Dari Jerat Rentenir”.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sumbawa – M Ikhsan Safitri dalam laporannya menyatakan, dasar pelaksanaan kegiatan ini adalah Peraturan Bupati Sumbawa Nomor 1 Tahun 2017 Tentang Pedoman Pengelolaan Kredit Sahabat Bagi Petani Miskin Melalui BUMDesa Dalam Rangka Implementasi Program Desa Bebas Rentenir di Kabupaten Sumbawa. Dimana tujuan kegiatan ini agar Program Desa Bebas Rentenir melalui “Krabat” dapat terinternalisasi dan tersosialisasi kepada para pemangku amanah (stakeholders) dengan baik dan utuh, audience memperoleh pencerahan seputar arah kebijakan pemerintah pusat terkait ikhtiar menuju kemandirian desa, serta memperoleh sejumlah konsep strategis dalam pengembangan dan penguatan BUMDesa.

Diungkapkan, lokasi prioritas untuk uji coba Program Desa Bebas Rentenir Tahun 2017 ini dengan pagu anggaran sebesar Rp 15 miliar adalah di Kecamatan Utan, Alas dan 8 Kecamatan lain yang rata-rata termasuk Kecamatan yang warganya paling banyak miskin. Sasarannya sekitar 5.000 orang petani memperoleh “Krabat” dengan asumsi rata-rata mendapat Rp 3.000.000 / petani. ‘’Untuk tahun ini ada 10 Kecamatan, selebihnya diharapkan dapat dilanjutkan tahun depan dengan program yang sama dengan spektrum yang lebih luas, dan melalui program lainnya secara terpadu,’’ tandasnya.

Wakil Bupati Sumbawa – H. Mahmud Abdullah dalam sambutannya menyampaikan, hajat Pemda terkait Krabat ini adalah bahwa dalam proses pelayanannya nanti, masyarakat akan dimudahkan dan dilayani dalam suasana penuh persahabatan. Disamping itu, besarnya pengembalian juga bersahabat karena nasabah tidak dibebani kewajiban bunga yang tinggi. Kredit ini akan ditujukan kepada petani miskin yang tersebar diseluruh pelosok pedesaan yang ada di Kabupaten Sumbawa. ‘’ Krabat ini kami hadirkan untuk menjadi salah satu solusi dari ikhtiar besar kita semua, dalam menuntaskan kemiskinan dan menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat,’’ tutur Haji Mo.

Walaupun Kredit Krabat telah dilauncing, bukan berarti bahwa program ini benar-benar telah sempurna. Pihaknya sepakat mengambil pilihan strategi untuk melaksanakan sambil melakukan penyempurnaan. Pelaksanaan program ini tidak bisa ditunda-tunda. Kegiatan seminar nasional yang menghadirkan narasumber nasional yang memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan BUMDesa merupakan ikhtiar Pemda mendapatkan ilmu, wawasan, masukan dan informasi sebanyak-banyaknya agar program ini benar-benar mencapai hajatnya. ‘’Saya berkeyakinan, gerakan desa bebas rentenir melalui kredit krabat yang akan disalurkan melalui BUMDesa akan berjalan sukses jika kita melaksanakan dengan penuh semangat kolaborasi. Semua jajaran mengambil bagian untuk mengawal program ini sesuai dengan kapasitas, tugas dan fungsinya,’’ ujar Wabup.

Sementara Irjen Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi RI – Sugito dalam sambutannya menekankan, agarkepada Desa dapat lebih berhati-hati dan tetap memperhatikan aturan-aturan yang ada dalam penggunaandana desa. Selain itu juga diharapkan kepada setiap desa untuk melibatkan pendamping desa dalam setiapperencanaan dan pelaksanaan kegiatan di desa ‘’Sangat besar dana Negara yang digunakan untuk merekrutpara pendamping desa ini, maka menjadi sia-sia apa yang telah dihajatkan oleh pemerintah, jika desa tidakmemanfaatkannya dengan baik,’’ pungkasnya. (PSg)

Komentar

comments

Facebooktwitterlinkedinrssyoutube

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *