Mensos : Terima Rastra Tidak Layak Konsumsi, Kembalikan ke Bulog

Sumbawa, PSnews – Menteri Sosial RI – Khofifah Indar Parawansa meminta kepada keluarga penerima manfaat (KPM) beras sejahtera (Rastra) agar mengembalikan bantuan yang diterima ketika tidak layak konsumsi maupun tidak tepat jumlah. Karena para KPM harus betul-betul menerima bantuan tersebut sesuai dengan yang ditentukan.

“Kalau misalnya ada rastra yang diterima tidak layak konsumsi, maka boleh dikembalikan ke gudang divre Bulog dalam waktu 1 x 24 jam. Kalau yang terima di bawah 15 kg juga harus dikembalikan. Informasi ini harus sampai kepada penerima manfaat. Sehingga tidak ada masyarakat yang menerima rastra yang tidak layak konsumsi,’’ tegas Mensos kepada wartawan saat berkunjung ke Kabupaten Sumbawa.

Dia mengaku telah bertemu sejumlah KPM di Kabupaten Sumbawa. Dari perbincangan yang dilakukan, hampir semua KPM mengaku menerima rastra setiap bulan dengan jumlah 15 kg dan dibayar sebesar Rp 24.000. “Alhamdulillah di Kabupaten Sumbawa sudah terima dengan baik untuk distribusi rastra, baik dari jumlahnya, kualitasnya, ketepatan waktunya,’’ paparnya.

Pada posisi seperti ini, Mensos Khofifah tetap menekankan kepada pihak Bulog agar tetap menjaga kualitas dan kuantiti dari pangannya. Selain itu, harus intens membangun komuniksi dan koordinasi dengan Bupati atau Wali Kota di daerah masing-masing. Agar distribusi rastra di Januari 2017 ini bisa berjalan dengan lancar. “Ada 1,4 juta penerima rastra yang sudah terkonversi dalam bentuk bantuan pangan. Di NTB yang akan terima dalam bentuk dalam bentuk bantuan pangan baru Mataram. Di Indonesia baru 45 Kota dan 6 Kabupaten. Yang 14,3 juta masih terima subsidi rastra, salah satunya Kabupaten Sumbawa,’’ pungkasnya.

Selain itu, Ia juga menekankan kepada para penerima yang sudah tidak terdata atau sudah dalam kategori mampu, agar berbesar hati memberikan kesempatan tersebut bagi para keluarga penerima manfaat yang terdata. “Kalau seharusnya menerima pasti dia masuk data. Tapi yang kemungkinan seharusnya tidak menerima, tapi kemudian minta dibagi itulah yang akhirnya muncul istilah bagito (Bagi Roto). Saya pernah temui keluarga yang seyogyanya tidak terima, tapi dia minta dapat bagian. Saya datangi dan saya tanya kenapa. Ini artinya butuh edukasi, supaya mereka dengan sukarela memberikan kesempatan bagi yang memang membutuhkan,’’ demikian Mensos.

Dalam kunjungan tersebut, Mensos Khofifah menyempatkan diri meninjau gudang Bulog diwilayah Labuhan Sumbawa. mengecek kualitas rastra dan mengukur timbangan yang ada di gudang. (PSg)

Komentar

comments

Facebooktwitterlinkedinrssyoutube

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *