Ribuan Orang Terapi Air Panas di Maronge

Sumbawa, PSnews – Sumber air panas di Desa Maronge Kecamatan Maronge Kabupaten  Sumbawa kembali ramai oleh para pengunjung. Lokasinya sekitar 600 meter dari jalan besar. Untuk sampai di tempat tujuan bisa menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat. Menyusuri jalan tanah berbatu dan juga melintasi sawah milik warga sekitar. Ketika musim hujan, warga harus berhati-hati, sebab jalan akan menjadi licin karena banyak lumpur.

Tidak hanya warga di Kabupaten Sumbawa yang datang ke sana. Masyarakat dari Kabupaten/Kota tetangga seperti dari Bima, Dompu, bahkan Pulau Lombok pun turut meramaikan loaksi air panas tersebut. Bahkan dalam sehari jumlah pengunjung bisa mencapai ribuan orang pada hari-hari tertentu, seperti malam Jum’at dan malam Minggu. Mereka yakin, dengan melakukan terapi air panas ini bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Tentunya tetap memohon kepada Allah untuk dapat segera diangkat penyakit yang diderita.

Menurut pengakuan warga setempat, keberadaan mata air panas Maronge ini sudah ada sejak zaman nenek moyang mereka. Namun baru ramai dikunjungi warga sekitar tahun 2009 lalu. Seiring waktu berjalan, gaung air panas ini sempat menghilang, namun muncul kembali dalam beberapa bulan terakhir. “Pengunjung begitu banyak. Mereka yakin air panas ini bisa menyembuhkan. Dan sekarang sumber mata airnya ada dua,’’ terang salah seorang warga Maronge – Muhammad Yusuf Abas.

Burhanuddin (23) bersama kakaknya Sri Suhartiningsih warga Desa Teke Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima
Burhanuddin (23) bersama kakaknya Sri Suhartiningsih warga Desa Teke Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima

Salah satu pengunjung dari Desa Teke Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima – Sri Suhartiningsih, Ia datang bersama adiknya Burhanuddin (23) yang sedang sakit. Mereka sudah ada di lokasi air panas Maronge sekitar 17 hari lamanya. Tujuannya untuk melakukan terapi, dengan harapan penyakit adiknya dapat segera sembuh.

Sri mengungkapkan kalau awalnya adiknya ini didiagnosa oleh dokter mengalami radang ginjal dan dengan kondisi perut saat ini buncit. Sudah sekitar empat tahun menjalani rawat medis dan mengkonsumsi obat dokter, penyakitnya tidak kunjung sembuh. Burhanuddin sempat putus asa dan memutuskan untuk berhenti mengkonsumsi obat dokter sejak 10 bulan terakhir.

Burhanuddin menceritakan, sebelum melakukan terapi berendam di air panas Maronge ini, Ia sempat bermimpi kalau didatangi oleh sesosok makhluk mirip Malaikat. Ia digendong menuju ke barat, dan disuruh untuk datang ke air panas. Para keluarganya pun mencari informasi terkait keberadaan air dimaksud, dan diberitahu kalau ada lokasi air panas di Maronge. Sehingga Ia bersama keluarganya datang ke lokasi, dan menjalani terapi berendam air panas. “Sejak berendam di air panas, sekarang sudah bisa jalan, perutnya juga mulai kempis. Dulu perutnya besar, sekarang sudah mulai baikan,’’ tutur Sri menambahkan.

Salfiah (57) warga Kelurahan Dodu Kota Bima
Salfiah (57) warga Kelurahan Dodu Kota Bima

Hal yang sama dilakukan warga dari Kelurahan Dodu Kota Bima – Salfiah (57), Ia menderita rematik sudah cukup lama. Kedatangannya ke Maronge bersama para tetangganya untuk melakukan terapi berendam air panas yang diyakini bisa menyembuhkan berbagai jenis penyakit.

Begitu pula Nurhayati (37), berniat dan memohon kepada Allah melakukan terapi berendam air panas ini agar cepat diberikan momongan. “Sudah 10 tahun saya menikah, tapi belum dikaruniai anak. Mudah-mudahan ini bisa dikabulkan,’’ harapnya.

Keberadaan air panas Maronge ini juga membawa berkah bagi warga sekitar. Tidak hanya dari ongkos parkir yang diterima, tapi dari usaha jualan yang dilakukan warga seperti yang dirasakan warga Desa Simu – Hj. Enun yang menujal makanan berupa jagung, gorengan, buah mangga dan lainnya. Dalam sehari, Ia bisa meraup pendapatan sekitar Rp 300 ribu. Sebelumnya Ia berjualan dengan menjajakan makanan didalam kampung, dan penghasilannya pun kurang dari yang diperoleh saat ini.

Warga setempat manfaatkan ramainya pengunjung dengan berjualan buah-buahan
Warga setempat manfaatkan ramainya pengunjung dengan berjualan buah-buahan

Begitu pula dengan warga Desa Maronge – Juhana yang juga berjualan makanan. Seharinya Ia bisa memperoleh hasil jualan sekitar Rp 400 ribu. Selain jual makanan, Ia juga menjual air bersih untuk minum menggunakan jerigen 5 liter. “Lebih banyak hasil kita jualan disini, dari pada jualan di rumah,’’ pungkasnya. (PSg)

Komentar

comments

Facebooktwitterlinkedinrssyoutube

Leave a Reply

Your email address will not be published.