Tiga Bulan ini 4 Nyawa Melayang di Tikungan Teluk Santong

Sumbawa, PSnews – Dalam tiga bulan terakhir sudah 4 nyawa melayang akibat kecelakaan lalu lintas di sebuah tikungan Jalan Raya Sumbawa-Bima kilometer 84-85 Desa Teluk Santong Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa.  Keempat korban masing-masing,
1). Jurhan (45) – warga Desa Lido Kecamatan Belo Kabupaten Bima,
2). Bripda Imam Supandi – anggota Polsek Empang Kabupaten Sumbawa,
3). A Murat – warga Desa Banda Kecamatan Tarano Kabupaten Sumbawa
4). Batiyah (58) – warga Desa Banda Kecamatan Tarano Kabupaten Sumbawa.

Juran  meregang nyawa setelah mengalami kecelakaan pada Rabu sore (22/6/2016) sekitar pukul 16.00 wita. Korban ditemukan tewas mengenaskan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) Tikungan Teluk Santong oleh warga setempat. Di dekat jazad korban, terdapat sepeda motor Suzuki Satria hitam dengan nomor polisi W 5800 WS dalam kondisi ringsek.  Diduga korban mengalami kecelakaan tabrak lari. Namun kendaraan yang menjadi lawan tabrakan hingga kini belum diketahui.

Tikungan maut Teluk Santong
Tikungan maut Teluk Santong

Bripda Imam Supandi tewas mengenaskan dalam kecelakaan lalu lalu lintas yang terjadi, Selasa (16/8) sekitar pukul 08.30 Wita. Sepeda motor Satria F EA 2835 EC yang dikendarai Bripda Imam bertabrakan dengan Supra hitam B 3621 KMB di Tikungan Teluk Santong. Sedangkan lawan tabrakan, Suhaeri (36) asal Kabupaten Pemalang Jawa Timur yang berboncengan dengan Saifuddin Bahri mengalami luka berat.

Bripda Imam Supandi, anggota Polsek Empang
Bripda Imam Supandi, anggota Polsek Empang

Kecelakaan berawal ketika korban yang mengendarai sepeda motor melalju dari Sumbawa Besar menuju Empang untuk menjalani tugas di Polsek setempat. Saat melintas di tikungan Teluk Santong kendaraan korban berpapasan dengan sepeda motor Honda Supra yang dikendarai Suhaeri. Karena laju Supra sangat kencang dan terlalu melambung ke lajur Satria F, sehingga tabrakan pun tidak dapat dihindari. Kedua pengendara terpental di aspal dan tidak sadarkan diri. Warga yang mengetahui hal itu langsung melarikan kedua korban ke Puskesmas Plampang lalu dirujuk ke RSUD Sumbawa Besar. Namun nyawa Bripda Imam tidak tertolong meski sempat mendapat perawatan medis. Jasad korban pun selanjutnya dibawa ke daerah asalnya di Desa Sepayung Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa.

A Murat dan Batiyah meninggal dunia akibat mobil pick up jenis L 300 yang ditumpanginya terbalik di tikungan Teluk Santong pada Kamis (18/8/2016) sekitar pukul 09.00 Wita. Kecelakaan tunggal tersebut diduga akibat sopir lepas kendali. Saat itu mobil pick up bernomor polisi  B 9369 SAF yang dikemudikan oleh DS (37) tersebut ditumpangi oleh 16 orang penumpang yang seluruhnya berasal dari Desa Banda Kecamatan Tarano Kabupaten Sumbawa. Ketika mobil terbalik, korban A Murat dan Batiyah berada di bak belakang bersala belasan penumpang lainnya.

Salah seorang korban luka berat, 4 jari tangan putus
Salah seorang korban luka berat, 4 jari tangan putus

Berikut nama-nama 16 penumpang mobil pick up : 1. Siti Aya, 50 tahun. 2. Lukman, 27 tahun. 3. Batiyah, 58 tahun. 4. Ahmad, 38 tahun. 5. Sairah, 39 tahun. 6. Jatiah, 60 tahun. 7. M Hasanuddin, 60 thn. 8. Fahri, bayi berumur 2 bulan. 9. H Bese, 70 thn. 10. Senasari, 51 thn. 11. Wulandari, 3 thn. 12. Sabatiah. 13. H Sanusi, 70 thn. 14. Rahima, 49 thn. 15. A Murat. 16. Muniarti, 35 thn. Semua penumpang beralamat di Dusun Banda Desa Banda Kecamatan Tarano.

Menurut informasi, kendaraan melaju ke arah barat yakni Kecamatan Labangka dengan kecepatan 70 km/jam. Setelah sampai di tikungan Teluk Santong, kendaraan tiba-tiba oleng yang tidak diketahui penyebabnya oleh pengemudi. Kemudian kendaran tidak dapat dikendalikan lagi oleh DS sehingga mengakibatkan kendaraan terbalik ke sebelah kanan..

Laka lantas tersebut mengakibatkan A Murat dan Batiyah meninggal dunia. Disamping itu 4 penumpang lainnya yakni Jatiah, H Bese, Sabatiah. H Sanusi, harus dirujuk ke RSUD Sumbawa Besar karena mengalami luka berat. Sedangkan penumpang lainnya hanya mengalami luka ringan yang dirawat di Puskesmas Empang.
Sementara pengemudi, DS hanya mengalami kesoleo di bagian siku tangan kanannya, telah diamankan di Polres Sumbawa.

Kapolres Sumbawa AKBP Muhammad Suhanda SIK yang dikonfirmasi Jumat (19/8/2016), membenarkan adanya kejadian tersebut. Kecepatan pengemudi memacu kendaraannya sekitar 70 Km/jam. Namun tiba-tiba terjadi kecelakaan, sopir berinisial DS yang juga merupakan warga Banda diduga hilang kendali, dan mengakibatkan mobil bak terbuka tersebut terbalik ke sebelah kanan.  “Terhadap kejadian ini, sopir L 300 sudah diamankan. Nantinya akan diproses di unit Lakalantas Polres Sumbawa. Namun untuk kendaraannya saat ini masih diamankan di Polsek setempat,” kata Kapolres. (PSc)

Komentar

comments

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *