Mentan Ancam Cabut Izin Distributor Pupuk ‘Nakal’

Sumbawa, PSnews – Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia – Andi Amran Sulaiman menandaskan, agar pendistribusian pupuk harus sampai ke tangan petani pada saat dibutuhkan. ’’Kalau ada distributor nakal yang sengaja mempermainkan pupuk, saya akan membekukan izin distributor tersebut,’’ tandas Mentan RI saat menghadiri panen raya jagung di Kecamatan Utan Kabupaten Sumbawa Sabtu (20/8/2016).
Penegasan ini disampaikan Mentan, menjawab keluh kesah para petani setempat yang mengaku sering terkendala dalam mendapatkan pupuk dari tangan distributor. 

Andi Amran Sulaiman
Andi Amran Sulaiman berdialog dengan petani di Kecamatan Utan Sumbawa

Ia mengaku kagum dengan produktifitas komoditas jagung di Sumbawa. Sebagai bagian dari apresiasinya, Mentan memberikan sejumlah bantuan kepada para petani dalam upaya menunjang peningkatan produktifitas jagung di lahan yang dimiliki.

Mentan juga memberikan kesempatan pada petani setempat untuk mengungkap aspirasi maupun keluh kesah mereka. Seperti soal harapan direalisasikannya pembangunan Bendungan Beringin Sila, percepatan pendistribusian pupuk ke petani, masalah air, serta lainnya.

Mendengar hal itu, Amran pun menampung apa yang menjadi keluhan petani. Bahkan, Ia langsung memberikan jawaban dengan memberikan bantuan strategis untuk peningkatan produktifitas petani. Bantuan tersebut diantaranya berupa mesin pompa, sumur bor dangkal, termasuk memberi kepastian kepada petani untuk bisa mendapatkan pupuk tepat waktu.

Selain Kabupaten Sumbawa, petani di Kabupaten Bima dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) juga mendapat bantuan mesin pompa air dari Mentan RI. Dalam kesempatan itu, Amran pun meminta kepada Kadis Pertanian Sumbawa untuk obyektif dalam memberikan bantuan.

Di kesempatan yang sama, Mentan juga menyatakan kalau Pulau Sumbawa khususnya 3 kabupaten yakni, Kabupaten Sumbawa, Bima dan  Dompu akan dijadikan sebagai lumbung jagung nasional. Impor jagung sampai hari ini turun sebesar 60 persen, setelah melihat produksi yang semakin meningkat. “Tahun lalu impor jagung kita 3,6 juta ton, dan tahun ini hanya 2,5 juta ton. Sehingga dapat dikatakan impor jagung semakin menurun dari tahun ke tahun,’’ tukasnya. (PSg)

Komentar

comments

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *