PTNMR Berkomitmen Kembangkan Daerah Tambang (Bagian 3 – Habis)

Kecamatan Ratatotok Kabupaten Minahasa Tenggara dan Keamatan Buyat Kabupaten Bolaang Mangondow – Provinsi Sulawesi Utara, merupakan bagian dari daerah lingkar tambang PT Newmont Minahasa Raya (PTNMR). Daerah yang tadinya sepi penduduk dan minim fasilitas umum, sekarang berubah menjadi kawasan yang memiliki infrastruktur memadai. Pengembangan daerah sekitar tambang ini dilakukan melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang menjadi kewajiban perusahaan terhadap daerah.

Dulunya, Kecamatan Ratatotok hanya memiliki dua desa. Sejak masuknya PTNMR, wilayah sekitar mulai bangkit. Bahkan pada tahun 2011 daerah itu berkembang menjadi 15 desa. Jumlah penduduk pada 2011 mencapai 11.487 jiwa, didiami beragam suku seperti Gorontalo, Sangir, Minahasa, Bugis, Jawa dan Bolaang Mongondow.

Kecamatan Ratatotok
Kecamatan Ratatotok

PTNMR berkomitmen mendorong pembangunan berkelanjutan di wilayah sekitar tambang. Perusahaan mulai turun tangan untuk mempermak kawasan wisata di Pantai Lakban dengan membangun dermaga, panggung hiburan serta pusat kuliner.
Selain itu, di bukit Harapan Damai dibangun pondok dan aula serta monumen lambang agama sebagai simbol keselarasan hidup beragama di Sulawesi Utara.
Wisata bawah laut di Teluk Buyat dan sekitarnya juga mendapat perlakuan dari PTNMR, yang ikut membantu melakukan konservasi hayati laut seperti terumbu karang dan perhatian pada nelayan. Di wilayah sekitar itu terdapat 26 famili, 72 genera, 150 spesies dan 9.006 individu ikan yang hidup sehat pada reef ball (terumbu karang buatan).

Selama beroperasi, PTNMR telah mendirikan tiga Yayasan berbasis masyarakat untuk meneruskan pembangunan berkelanjutan. Seperti Yayasan Minahasa Raya (YMR) yang menjalankan program pendidikan, dimana PTNMR membangun gedung sekolah, memberikan beasiswa bagi siswa SD hingga perguruan tinggi, membangun perpustakaan, serta hal lainnya. “Yayasan ini masih berjalan. Uang yang didapat tetap dipakai untuk pendidikan di Minahasa, orang-orang yang mau sekolah dan kuliah itu dapat bantuan dari sini,’’ terang Environmental Manager PTNMR – Jerry Kojansow kepada wartawan Sumbawa dan Sumbawa Barat saat berkunjung ke Ratatotok.

Kemudian PTNMR juga membentuk Yayasan Pembangunan Berkelanjutan Sulawesi Utara (YPBSU) yang didirikan bersama Pemerintah Indonesia pada tahun 2006. Program yang dijalankan disini lebih kepada penelitian dan pengembangan masyarakat.

Masjid dan Gereja berdampingan
Masjid dan Gereja berdampingan

Selain itu, PTNMR juga mendirikan Yayasan Pembangunan Berkelanjutan Ratatotok-Buyat (YPBRB) bersama masyarakat setempat. YPBRB telah mendirikan Taman Bacaan, Radio Komunitas, Rumah Pintar, termasuk menyekolahkan warga sekitar untuk menjadi perawat, bidan dan guru.

Agar program berkelanjutan sosial yang dijalankan Newmont komplit, pada tahun 2011 dilakukan penelitian sosial ekonomi masyarakat di sekitar tambang. Bila dibandingkan dengan hasil penelitian pada tahun 1994 silam, nampak sekali perubahan perekonomian masyarakat di Ratatotok. Tahun 1994 pengeluaran konsumsi per keluarga setiap tahun rata-rata sebesar Rp 2.050.175 dengan pendapatan Rp 1,4 juta. Setelah Newmont hadir di wilayah tersebut pendapatan meningkat menjadi Rp 7,2 juta—7,4 juta pada tahun 2002 dengan pendapatan Rp 8,5 juta. Seiring dengan peningkatan kesejahteraan, pengeluaran masyarakat per keluarga pada tahun 2011 melonjak signifikan menjadi Rp 15,4 juta dengan pendapatan Rp 21.5 juta.

TPI Ratatotok
TPI Ratatotok

Demikian juga dengan rumah permanen dari hanya 2,2 persen pada tahun 1994 menjadi 35—57 persen tahun 2002, lalu meningkat 69 persen pada Tahun 2011. “Setelah Newmont tutup, pendapatan mereka bukan menurun, tapi justru cenderung meningkat. Karena masyarakat yang ada di sini dulunya bekerja di Newmont, dan setelah Newmont tutup, mereka kerja di perusahaan pertambangan lain, dan mereka pun kirim uang ke desanya,’’ tutur Jerry.

Rombongan wartawan Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) pun berkesempatan mengunjungi Desa Ratatotok dan Buyat, didampingi Comrel PTNMR – Vera Turang. Vera memperlihatkan sejumlah lokasi yang pernah mendapat bantuan PTNMR melalui CSRnya. Diantaranya aktifitas sosial yang pernah dilakukan di wilayah Danau Buyat Kabupaten Bolaang Mangondow. Di sana pernah didirikan restauran apung, namun sudah tidak aktif lagi.
Demikian pulu rombongan wartawan juga diajak berkunjung ke RSUP Ratatotok – Buyat yang dibangun dilahan seluas 3 hektar dengan dana pembangunan Rp 66 miliar.

H Dahlan Ibrahim
H Dahlan Ibrahim

Rombongan juga diajak ke Desa Ratatotok Timur untuk melihat Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan Pelabuhan perikanan, serta SPDN yang dibangun PTNMR. “Sebelum ada Newmont, kita hanya nelayan yang biasa saja. Setelah ada Newmont semua menjadi terangkat, dibangun sarana dan prasarana. Jadi semua dibantu oleh Newmont,’’ tutur Mantan Hukum Tua (Kades) Ratatotok Timur dua periode – H Dahlan Ibrahim kepada rombongan wartawan.

Menurutnya, sejak ada PTNMR hampir semua fasilitas umum diwilayah sekitar mulai terbangun. Perekonomian masyarakat pun mulai terangkat. Karena ikan hasil tangkapan nelayan didrop ke Newmont. Sehingga masyarakat tidak perlu lagi memikirkan untuk memasarkan hasil tangkapannya.

D
Dahri Pakaya

Di tempat yang sama, Ketua Koperasi Nelayan setempat – Dahri Pakaya menambahkan, di Ratatotok juga telah dibangun SPDN oleh PTNMR, dengan kuota yang diperoleh sebanyak 60 Kiloliter (KL). Sehingga saat ini nelayan sekitar sudah tidak lagi kesulitan mendapatkan BBM. Karena sebelum ada SPDN ini, nelayan harus menempuh jarak belasan kilometer untuk mendapatkan BBM. Hingga kini SPDN dan TPI yang dikelola Koperasi Karya Maritim itu masih beroperasi.

Setelah operasional tambang PTNMR berhenti 2004. Pihak perusahaan pun menyerahkan tanggungjawab program berkelanjutan ini kepada yayasan yang telah dibentuknya. Harapannya, melalui pembinaan yang telah diberikan, yayasan maupun masyarakat bisa mandiri. Terutama dalam menghadapi pasca tambang. Bukan saja bagi masyarakat di Kecamatan Ratatotok Kabupaten Minahasa Tenggara, tapi juga bagi masyarakat yang ada di Buyat Kabupaten Bolaang Mangondow yang juga terkena dampak positif dari keberadaan PTNMR. (Agung Widiastono)

Komentar

comments

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *