PTNNT Ajak Pelajar dan Mahasiswa Berkompetisi Raih Beasiswa

Sumbawa, PSnews – PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) terus mendorong peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi warga sekitar. Salah satunya melalui program pendidikan dalam bentuk pemberian beasiswa kepada pelajar dan mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Sumbawa (KS) dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) khususnya daerah sekitar tambang dan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Abdul MuisSetiap tahunnya PTNNT menggelontorkan dana untuk program tersebut, termasuk pada tahun 2016 ini. Namun ada yang berbeda. Jika tahun 2015 dan tahun-tahun sebelumnya, pemberian beasiswa tersebut memiliki beberapa kategori yakni Beasiswa Perak, Emas, Platinum dan Bulaeng, tapi pada periode XIX Tahun Ajaran 2016/2017 ini dilakukan perubahan nomenklatur menjadi program Beasiswa dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Bertempat di Transit Hotel, Jalan Garuda Sumbawa Besar, PTNNT menggelar kegiatan sosialisasi perubahan nomenklatur ini sekaligus menjelaskan cara atau peluang untuk mendapatkan beasiswa dimaksud. Kegiatan yang dilaksanakan Rabu (27/4) siang tadi, dihadiri para pelajar SMA/SMK/MA dan sejumlah guru dari beberapa sekolah di Kota Sumbawa. Sayangnya, kegiatan penting dan strategis tersebut tidak dihadiri Kadis Diknas Sumbawa ataupun perwakilannya. Peserta sosialisasi sangat antusias mengikuti kegiatan itu. Berbagai pertanyaan terlontar mulai dari persyaratan, criteria, besarnya beasiswa, dan sasarannya.

Menjawab hal itu Ir Abdul Muis selaku Specialist Scholarship PTNNT menjelaskan, bahwa setiap tahun ajaran PTNNT menyediakan kuota bagi 20 siswa tamatan SMA/MA/SMK yang akan melanjutkan studi ke jenjang S1 dan 5 mahasiswa ke jenjang S2/S3 pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang telah disyaratkan. Beasiswa ini disediakan bagi penerima sampai tamat kuliah dengan jangka waktu antara 4 tahun sampai 5 tahun. Beasiswa yang diberikan berupa uang kuliah tunggal (UKT), uang saku per bulan, biaya pembuatan skripsi/tesis/disertasi, dan biaya wisuda, bahkan ditambah dengan biaya pemondokan. Program ini lanjut Muis, ditujukan bagi siswa/mahasiswa yang berprestasi tinggi berasal dari KS dan KSB yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang S1, S2 dan S3 pada PTN terkemuka di Indonesia. Yaitu UI, ITB, UGM, Undip, Unibraw, IPB, Unpad, Universitas Sebelas Maret, Unhas, Unair, Universitas Udayana, UNS, UIN Yogyakarta, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Sejumlah PTN ini untuk semua jurusan. Berbeda dengan Universitas Mataram (Unram), penerima beasiswa hanya untuk mahasiswa Fakultas Kedokteran.

sosilisasi program beasiswa PTNNTUntuk kriteria pelamar lanjut Muis, selain berasal dari KS dan KSB, juga memiliki nilai rata-rata minimal raport kelas I, II, dan III, maupun ijazah 8,5 (untuk lulusan SMA/MA/SMK) atau Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,5 untuk lulusan S1 yang akan lanjut ke S2 dan S3. Selain itu pelamar yang telah dinyatakan diterima secara resmi di perguruan tinggi (PT) sasaran, mengikuti seleksi komprehensif yang dilakukan oleh tim beasiswa PTNNT serta bukan penerima beasiswa dari pihak lain dan bukan tanggungan langsung karyawan PTNNT. “Dalam seleksi calon penerima beasiswa, kami akan melakukan sosialisasi dan kunjungan ke sekolah-sekolah dengan sasaran utama siswa yang sedang duduk di bangku sekolah kelas XII SMA/MA/SMK di KSB dan KS,” kata Muis.

Lebih jauh dijelaskan Muis, bagi yang sudah ditetapkan sebagai penerima beasiswa akan dilakukan evaluasi progress akademiknya. Setiap tahun, dilakukan pemberian penghargaan bagi mahasiswa yang progress akademiknya terbaik, diseleksi dari penerima yang memiliki IPK di atas 3,50. Jumlah penerima penghargaan ini terbatas hanya 4 mahasiswa yaitu 2 mahasiswa S1, 1 mahasiswa S2 dan 1 mahasiswa S3, dengan penghargaan berupa uang Rp 5 juta per mahasiswa. “Evaluasi penentuan penerima penghargaan dilakukan berdasarkan hasil Kartu Hasil Studi (KHS) dua semester terbaru setiap tahun ajaran,” imbuhnya.

Mahasiswa S1 yang tidak mampu memenuhi persyaratan IPK minimal (3,00) pada TA pertama akan mendapatkan surat peringatan pertama dan pengurangan uang saku sebesar 25 persen selama TA kedua. Sedangkan bagi mereka yang tidak mencapai IPK 3,00 secara otomatis dan resmi pemberian beasiswa dihentikan. Sedangkan mahasiswa S1 yang tidak mampu memenuhi persyaratan IPK minimal pada TA kedua (3,50) akan mendapatkan surat peringatan dan pengurangan uang saku sebesar 50 persen selama TA ketiga. Demikian dengan mahasiswa S2/s3 yang mencapai IPK 3,25—3,49 pada TA pertama/kedua akan mendapatkan surat peringatan dan pengurangan uang saku sebesar 50% salaam TA kedua/ketiga. Kemudian bagi mereka yang tidak mencapai IPK 3,25 secara otomatis dan resmi pemberian beasiswa dihentikan. “Segala bentuk hak dan kewajiban penerima beasiswa akan dituangkan dalam bentuk surat perjanjian bersama antara PTNNT dan penerima. Surat teguran termasuk ‘sanksi’ yang diberikan itu sebagai pemecut semangat untuk tetap mempertahankan prestasi dan tetap menjadi yang terbaik,” tandasnya.

Di bagian lain Muis menyinggung program DPSDM (Dukungan Pengembangan Sumber Daya Manusia) PTNNT yakni Bina Prestasi. Ini merupakan program bantuan dana bina prestasi bagi siswa pada jenjang SMP, dan SMA yang potensial meningkatkan prestasinya yang diharapkan dapat melanjutkan studinya ke PT terkemuka di Indonesia. Bantuan ini juga diperuntukkan bagi mahasiswa potensial untuk meningkatkan prestasinya baik akademik maupun non akademik bidang pendidikan seperti prestasi olahraga, seni budaya dan lainnya. “Dana bina prestasi ini diberikan kepada siswa atau mahasiswa untuk satu tahun ajaran saja dan melamar kembali untuk mengikuti seleksi calon penerima pada tahun ajaran berikutnya,” ungkap Muis.

PTNNT juga memberikan bantuan kepada mahasiswa tidak mampu. Bantuan ini khusus bagi warga asli Kecamatan Sekongkang, Maluk, dan Jereweh tamatan SMA yang berkeinginan kuat melanjutkan studi ke D3 bidang Kesehatan atau S1 di PTN/PTS wilayah NTB, namun memiliki keterbatasan ekonomi atau berasal dari keluarga tidak mampu. “Selamat berkompetisi dalam meraih program beasiswa periode XIX Tahun Ajaran 2016/2017. Dengan meningkatkan motivasi dan prestasi belajar, mari kita tingkatkan kualitas sumber daya manusia di NTB ini,” pungkasnya. (PSa)

Komentar

comments

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *