OPINI : UMKM di Masa Pandemi, Harapan di Tengah Ketidakpastian

Oleh : Abdul Ma’ruf Rahmat, SP (mahasiswa Program Studi Manajemen Inovasi Sekolah Pascasarjana Universitas Teknologi Sumbawa)

Karena hari esok tidak ada yang bisa memastikan, maka menjaga harapan menjadi sangat urgen. Apa yang mesti kita lakukan terhadap masa depan hanyalah membuat asumsi dan melihat peluang-peluang atau sekedar menggantung asa. Tapi apakah itu bisa semua terjadi? Maka tidak ada orang yang tahu. Terjangan pandemi begitu hebat, sehingga kita semua di segala lini berusaha dan berjuang sekuat tenaga untuk tetap eksis bahkan bangkit. Memang tidak mudah mengelola situasi krisis varian baru yang muncul belakangan disebut sebagai ancaman. Tak sedikit yang khawatir namun banyak juga yang yakin bahwa varian baru tersebut tidaklah berbahaya setelah semua komunitas populasi menerima vaksin.

Saat ini pembatasan diperketat terlebih menjelang Natal dan Tahun Baru, operasi yustisi diperketat dan diperluas agar masyarakat disiplin melaksanakan progres baik itu memakai masker, kartu vaksin maupun memakai helm.

Kewajiban kita adalah berikhtiar semampunya. Bisa jadi biar kita menjadi asbab datangnya pertolongan. Geliat ekonomi secara perlahan-lahan mulai bergeser melambat, grafik pasar bursa yang semula hijau bergerak lamban menuju merah akibat datangnya varian baru tersebut. Termasuk pengalaman yang dirasakan oleh penulis dalam menggeluti dunia saham. Dari beberapa saham yang dimiliki semuanya bergerak ke titik yang lebih rendah.

Ada beberapa pilihan untuk kita, apakah masuk dan larut dalam ketidakpastian ini ataukah kita menjaga harapan. Jika kita larut maka potensi modal yang kita lakukan yang kita miliki harus dilepas ( dijual) sebelum posisi lebih parah. Namun jika kita menjaga harapan maka apa yang kita miliki kita tahan ( hold) siapa tahu juga beberapa bulan kedepan akan kembali normal dan menjadi lebih baik.

Sebagai pelaku bisnis kecil atau UMKM berharap banyak kepada Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat agar melakukan mitigasi kemungkinan yang bisa dihadapi jika varian omicron berkembang luas.

Tentu pilihan untuk tetap semangat dan memelihara harapan adalah tawaran yang pasti memberikan angin segar buat kita semua. Sehingga kedepan di Tahun 2022 yang sebentar lagi kita masuki semua program yang telah diagendakan dapat berjalan dengan baik normal dan lancar.

Selain di bidang ekonomi, program penanganan pandemi juga diharapkan berjalan, kegiatan vaksinasi yang gencar dilakukan melalui berbagai macam strategi dan pendekatan seperti pendekatan kelembagaan, ketokohan, dan juga pengaruh dari kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah daerah dengan sedikit “memaksa”, bisa membawa daerah dan Negeri Kita tercinta kuat dalam menjalani ujian-ujian yang ditimbulkan oleh pendemi ini.

Diakhir Tahun ini, tak terduga bencana terjadi mendera saudara kita di Lombok, Bima dan sekitarnya. Demikian pula Gunung meletus di Lumajang, yang membawa duka nestapa. Secara spontan para relawan kemanusiaan turun tangan membantu, tua muda, pejabat dan rakyat jelata bergerak bersama sama mencari dan menemukan para korban untuk dilakukan pertolongan.

Peristiwa bencana ini lebih dahsyat dampaknya, sehingga kita diharapkan bisa berbuat banyak untuk membantunya. Lebih prihatin lagi semakin kebelakang semakin rame diberanda medsos kita, tayangan para korban yang meninggal dunia. Sungguh Menyayat hati kita, mengetuk nurani kita untuk menjaga harapan saudara kita yang tertimpa musibah dengan hadir membantu dan mendoakan mereka.

Itulah urgensi yang menjaga harapan di tengah ketidakpastian. Sehingga hati dan pikiran kita semakin jernih dalam memasuki Tahun 2022 mendatang. Kita berpikir positif dan berdoa agar hadir hari-hari yang lebih cerah di masa yang akan datang, janganlah kita bermuram, tenggelam pada sikap pesimisme melainkan kita bangun optimisme.
Semoga uraian ini memberikan sedikit energi positif dan kekuatan. Aamiin. ☆☆☆

Komentar

comments

Facebooktwitterlinkedinrssyoutube

Leave a Reply

Your email address will not be published.