Bupati: Bila Ada ASN Ingin Ikut Pilkada, Jagalah Etika

Sumbawa, PSnews – Tidak henti-hentinya Bupati Sumbawa – HM Husni Djibril menekankan kepada seluruh Aparat Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Sumbawa untuk menjaga netralitas menjelang Pilkada 2020. Hal itu kembali ditegaskan saat pelaksanaan mutasi pegawai yang terlaksana Jumat (26/7) di aula H Madilaoe ADT lantai III kantor Bupati Sumbawa. “Namun yang perlu saya tekankan, terutama kepada seluruh ASN di Kabupaten Sumbawa untuk senantiasa menjaga netralitas serta tidak ikut terbawa arus politik dalam Pilkada Sumbawa 2020,’’ tegas Bupati.

Menurut Bupati hal itu penting disampaikan, menyusul adanya SE Menpan-RB nomor B/71/M.SM.00.00/2017 tanggal 27 Desember 2017 tentang pelaksanaan netralitas bagi ASN. Bahkan di dalam PP Nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin pegawai negeri sipil, disebutkan bahwa ASN yang tidak menjaga netralitas akan dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang hingga berat, antara lain penundaan kenaikan gaji berkala, penundaan pangkat, penurunan pangkat, bahkan pembebasan dari jabatan atau pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS. ‘’Kita menyaksikan di berbagai media massa dan juga media-media sosial, bagaimana hiruk-pikuk Pilkada Sumbawa sudah mulai mewarnai halaman pemberitaan dan juga akun-akun media sosial. Beberapa nama bakal calon sudah mulai bermunculan dan ramai dibicarakan. Bahkan ada yang secara terang-terangan mensosialisasikan diri dan mulai membangun lobi-lobi politik. Hal ini tentu saja lumrah dalam negara demokrasi,’’ paparnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyinggung adanya indikasi keterlibatan ASN dalam Pilkada mendatang. ‘’ASN punya payung hukum, punya alat hukum yang harus ditaati. Jangan karena kemampuan, jangan karena kepingin, semua orang tidak akan pernah ada yang melarang, termasuk saya Bupati Sumbawa. Manakala ada ASN yang mau maju, silahkan minta izin, silahkan mengajukan permohonan. Berkali-kali saya katakan, tapi Insya Allah saya katakan tidak segelintirpun saya tersinggung,  tidak, saya marah tidak, tapi saya malu, Pak Bupati tidak dihormati oleh ASN yang dipimpin. Saya tersinggung berat. Kalau mau maju silahkan, tapi tolong jaga perasaan saya sebagai Bupati. Ada tata cara, ada tata krama, ASN itu diatur dalam peraturan tersendiri kaitan dengan ASN yang mau berpolitik,’’ tukas Bupati.

Bupati kembali mengingatkan agar tidak ada ASN di Sumbawa yang berpolitik. Hal itu menjadi peringatan yang pertama dan terakhir. Ketika nantinya masih ada yang melanggar, maka akan langsung dikenakan tindakan tegas. ‘’Mudah-mudahan tidak ada di ruangan ini. Kalau tidak patuh InsyaAllah, dalam waktu dekat saya akan ambil tindakan,’’ ujarnya.

Meski begitu, Bupati juga menegaskan meski diwajibkan menjaga netralitas, ASN tetap mempunyai hak pilih, ASN tidak boleh golput. ‘’Sebagai warga negara yang baik, ASN wajib menyukseskan Pilkada Sumbawa 2020 mendatang, dengan beramai-ramai datang ke TPS untuk memberikan hak suara. Mudah-mudahan dengan suara yang kita berikan, akan memudahkan jalan bagi terpilihnya pemimpin yang amanah dan senantiasa berpihak kepada rakyat. Siapapun yang terpilih nantinya, kita berharap semoga dapat melanjutkan pondasi Sumbawa hebat dan bermartabat yang telah kita bangun selama ini,’’ pungkasnya. (PSg)

Komentar

comments

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *