Pengerjaan Jembatan Sebeok Molor

Sumbawa, PSnews – Pembangunan Jembatan Sebeok Kecamatan Orong Telu belum selesai dikerjakan, meski masa kontrak sudah berkahir. Namun pengerjaan tetap terus dilakukan, dengan cara penambahan waktu. “Diberikan tambahan waktu 50 hari dengan tetap memberlakukan denda satu permil dari sisa pekerjaan. Sekarang tetap berjalan,’’ kata Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa – L Suharmaji Kertawijaya kepada wartawan.

Ia menyebutkan, PPK sudah berkeyakinan bahwa dalam waktu yang diberikan pekerjaan akan tuntas, karena disatu sisi akses jembatan sangat dibutuhkan. Dimana jembatan baru bisa dikerjakan tahun ini, mengingat hampir 10 tahun didambakan oleh masyarakat setempat. “Jembatan yang lama sudah kena banjir segala macam dan itu juga sangat riskan. Karena dekat dengan sekolah dan pemukiman. Itulah prioritas kita kenapa kita membangun jembatan di Sebeok. Karena untuk akses masyarakat di kawasan yang masih kita anggap perlu pembenahan banyak di sana,’’ jelas Suharmaji.

Pembangunan jembatan tersebut melebihi target yang sudah disepakati sebelumnya. Hal itu tidak lepas dari adanya beberapa kendala yang terjadi. Mengingat jembatan posisinya berada di akses jaringan jalan yang cukup berat. Untuk membawa material menggunakan kendaraan besar juga agak sulit. Begitupula muatan yang dibawa juga tidak bisa maksimal seperti membawa material ke wilayah lain. Termasuk ketersediaan material besi juga terbatas. ‘’Kita tidak bisa membandingakn yang namanya acuan di kertas, itu bisa saja. Tapi kendala kan kita tidak tahu. Pertama di sana kalau kita memakai molen mobil itu tidak mampu membawa ke sana. Karena akan melewati akses jalan terutama jembatan yang cukup berat. Apalagi yang yang digunakan untuk mengangkut material dalam keadaan kosong saja sudah hampir 10 ton, belum diisi dengan material dan sebagainya. Material utama jembatan itu besi. Ketersediaan besi 25 sebagai bahan agak terbatas. Juga bukan itu saja yang dibangun. Bahkan badan jembatan dan lain sebagainya,’’ paparnya.

Meskipun demikian, pihaknya tetap optimis pengerjaan jembatan itu bisa diselesaikan. Meski ada kendala di lapangan. Dimana setiap program kegiatan tidak selalu mulus sesuai dengan yang direncanakan. Apalagi jika melihat kondisi lokasi tempat pembangunan jembatan setempat akses jalannya cukup berat. ‘’Kita harus optimis. Kita bekerja jangan pesimis. Persoalan apa di kemudian hari, aturan sudah banyak yang membackup kita. Karena program kegiatan tidak selalu mulus. Apalagi kondisi lokasinya juga kita sudah tahu semua bahwa cukup berat akses jalannya,’’ pungkasnya. (PSg)

Komentar

comments

Facebooktwitterlinkedinrssyoutube

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *