Investor Korea Rencana Bangun Industri Energi di Sumbawa

Sumbawa, PSnews – Beberapa waktu lalu, investor asal Korea Selatan datang menemui Bupati Sumbawa untuk membicarakan rencana mereka membangun industri energi, termasuk juga minat mengelola garam di daerah.

Terhadap hal itu, Kepala Bappeda Kabupaten Sumbawa – H Iskandar yang ditemui media ini membenarkan hal itu. Untuk menjalankan rencananya, Investor Korea tersebut menggandeng PT Mandiri Indonesia. Mereka akan mengelola potensi garam di Sumbawa, untuk dijadikan garam industri dan faram farmasi. ‘’Kalau garam sudah sampai Feasibility Study. Tinggal kita tuntaskan persoalan HGU yang kita pandang terlantar, kita selesaikan bersama Pusat. Apalagi program Jokowi – JK untuk menuntaskan persoalan-persoalan lahan. Jadi harapannya besar,’’ ujar Haji Ande – akrabnya.

Selain itu, investor tersebut juga ingin mengembangkan industri energi dalam bentuk biomass project dan pellet project. Dimana energi listrik yang dihasilkan nanti bersumber dari bahan-bahan alami seperti kayu, limbah pertanian, serta lainnya. ‘‘Jadi kalau bisa dari bahan tanaman gamal. Mereka ingin kembangkan itu. Rantingnya akan dijadikan pellet sumber energi yang akan di ekspor. Negara tujuan utama Korea. Jadi bagus untuk alam lingkungan, karena ini tidak menebang pohon, hanya ranting yang diambil untuk pellet sumber energi listrik, energi panas, dan daunnya bisa untuk makanan ternak, dan pohonnya tetap untuk penghijauan,’’ terangnya.

Selain di Sumbawa, mereka saat ini sedang mengembangkan pembangkit listrik di Negara Fiji. ‘’Ada juga mereka bangun di Fiji. Tapi dia lihat potensi Sumbawa untuk sumberdaya listrik yang diperbaharui itu sangat besar, dan lebih besar dari Fiji,’’ tukasnya.

Syahril

Sementara Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) – H Syahril menyatakan, investor asal Korea ini sangat serius untuk rencananya. Sehingga dalam pertemuan mereka meminta ke Bupati Sumbawa untuk dibuatkan kesepakatan kerjasama. ‘’Mereka sangat serius. Pak Bupati juga sangat welcome. Mereka minta ke Pak Bupati untuk buat MoU, kemudian Pak Bupati ingin melihat sudah ada nda proyek yang seperti ini dilakukan, ternyata mereka sudah punya di Negara Kepulauan Fiji. Dan itu berhasil. Sementara potensi bahan bakunya lebih besar di Sumbawa, dari pada Fiji. Sumbawa juga dinilai lebih prospek dari sisi jumlah keunggulan dan kontinyuitas bahan bakunya. Kita juga minta mereka untuk lakukan FS, kemudian ditindaklanjuti hasilnya,’’ pungkasnya. (PSg)

Komentar

comments

Facebooktwitterlinkedinrssyoutube

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *