Tim Komunikasi Kepala Daerah Sumbawa Siap Tampung Kritik

Sumbawa, PSnews -Keberadaan Tim Komunikasi Kepala Daerah Sumbawa sering menjadi bahan cibiran masyarakat terutama di media sosial facebook. Pasalnya sejak dilantik beberapa bulan lalu, Tim yang dikabarkan mendapat honor setiap bulan dari APBD Sumbawa ini tidak sedikitpun terlihat gregetnya. Bahkan justru sebaliknya, serapan anggaran dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di dalam pemerintahan Husni-Mo jauh dari ekspektasi. Sehingga tidak aneh bila keberadaan Tim Komunikasi Kepala Daerah yang konon direkrut dari personil eks anggota Tim Sukses Bupati dan Wakil Bupati Husni Djibril – Mahmud Abdullah pada Pilkada Sumbawa tahun lalu ini dianggap mubazir dan makan gaji buta oleh para netizen.

Menanggapi hal tersebut, salah seorang anggota Tim Komunikasi Kepala Daerah, Kusnaini, SH mengakui, banyaknya kritikan terhadap persoalan – persoalan Sumbawa serta kinerja Pemerintah Daerah yang selama ini menghiasi halaman media massa, baik media cetak maupun media online, bahkan media sosial.

Kusnaini yang ditemui wartawan media ini Jumat (16/06) menegaskan, bahwa dalam sistem berdemokrasi, sistem bernegara dan sistem birokrasi, kritik itu memang sangat dibutuhkan. Kritik atau koreksi itu diperlukan bersifat membangun sebuah negara dan membangun sebuah pemerintahan serta membangun masyarakat. “Secara pribadi khususnya, kritik-kritik ini sangat dibutuhkan untuk membangun negara, membangun daerah serta membangun masyarakat,” ujar Kus sapaan akrab Kusnaini.

Ia mengilustrasikan, dalam Pilkada lalu ada pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati yang menang dan ada pasangan yang kalah. Pasangan calon yang kalah memposisikan diri sebagai oposisi pemerintah, itu  adalah hal yang bagus. Artinya semua elemen secara bersama – sama menjaga dan mengawal kemajuan pemerintah dan daerah ini. “Mengingat persoalan Sumbawa bukan hanya persoalan Husni-Mo beserta partai pendukung dan tim suksesnya, tetapi persoalan Sumbawa menjadi persoalan kita semua. Jika kita merasa memiliki Sumbawa ini, maka kita harus memberikan kontribusi,” terangnya.

Salah satu bentuk kontribusi, sebut Kusnaini, yakni berupa kritikan yang konstruktif, masukan yang positif serta koreksi yang bermanfaat. “Jangankan pemerintahan ini berada di jalur yang salah, sudah berada di jalur yang benar pun sangat dibutuhkan kritikan, saran serta masukan, agar pemerintahan ini jauh lebih baik kedepannya. Kritik itu ibarat Jamu, pahit tapi menyehatkan,” tukas kader Partai Demokrat ini. (PSj)

Komentar

comments

Facebooktwitterlinkedinrssyoutube

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *