PPP NTB Peduli Banjir Bima

Bima, PSnews — Banjir bandang yang menerjang Kota dan Kabupaten Bima sebanyak dua kali, yakni pada 21 dan 23 Desember 2016 telah mengundang keprihatinan berbagai pihak, Tak terkecuali, keluarga besar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari tingkat DPP, DPW hingga DPC se Nusa Tenggara Barat (NTB) juga ikut ambil bagian dari aksi solidaritas ini menyalurkan berbagai bantuan seperti makanan jadi/siap saji hingga pakaian dan lainnya.

Penyaluran bantuan yang dipimpin langsung oleh Ketua DPW PPP NTB, Dra. Hj. Wartiah, MPd., bersama Waketum DPP PPP, Dra. Hj. Ermalena MHS dan Sekretaris DPW PPP NTB, Moh Akri, SHi., menggerakkan seluruh elemen dan potensi partai untuk peduli terhadap korban banjir.
“Semua kita kerahkan untuk menolong saudara/i kita yang menjadi korban banjir di Bima,” tutur Nurdin Ranggabarani selaku Wakil Ketua DPW PPP NTB, kepada media ini.

Penyerahan bantuan pada korban banjir

NR-karibnya pria ini disapa, juga mengatakan bahwa DPW PPP NTB menetapkan masa tanggap darurat bencana di Bima selama satu (1) bulan. Meski demikian, waktu yang ditentukan tersebut dapat diperpanjang sesuai dengan situasi dan kondisi di lapangan.
“Kami juga mengirimkan tim relawan gabungan dari tingkat DPP, DPW dan DPC se Pulau Sumbawa,” jelasnya.

Tim relawan tersebut bertugas di beberapa titik lokasi fokus bencana antara lima (5) hingga tujuh (7) hari lamanya. “Jadi tim kita menyebar dan berkerja secara bergantian dengan sistem rolling setiap seminggu sekali,” terang wakil rakyat yang duduk di panggung udayana asal Dapil 5 Sumbawa-KSB ini.

Salurkan bantuan dengan menggunakan posko mobile

Untuk memudahkan sistem kerja tim para relawan PPP, pihaknya menyediakan beberapa unit Posko Mobile sehingga gampang digerakkan menuju titik lokasi penampungan pengungsi yang tersebar.
“Semoga dengan adanya sikap dan upaya ini, kami berharap dapat membantu saudara/i kita di Bima,” demikian NR. (PSbo)

Berita Terkait : 

Komentar

comments

Facebooktwitterlinkedinrssyoutube

Leave a Reply

Your email address will not be published.