Realisasi Belanja APBD Triwulan I Baru 10,34 Persen

Sumbawa, PSnews – Dalam upaya percepatan dan ketepatan pelaksanaan APBD tahun 2016, Bagian APP dan LPBJP Setda Sumbawa menggelar Rakor dan Evaluasi APBD Kabupaten Sumbawa TA 2016 di aula lantai 3 Kantor Bupati Sumbawa, Jumat (27/5/2016).

Asisten Perekonomian dan Pembangunan setda Sumbawa – Muhammading dalam laporannya mengungkapkan, realisasi belanja APBD sampai dengan akhir triwulan I atau 31 Maret 2016 sebesar 10,34 persen dari total APBD tahun ini. Dibandingkan dengan target belanja Triwulan I (23,67 persen), terdapat selisih (deviasi negatif) sebesar 13,33 persen. Realisasi belanja tidak langsung sampai dengan akhir Triwulan I sebesar 13,32 persen dari pagu belanja tidak langsung. Terdapat selisih sebesar 10,12 persen dari target yang ditetapkan sebesar 23,44 persen. Realisasi belanja langsung sampai dengan akhir Triwulan I sebesar 4,8 persen dari pagu belanja langsung. Terdapat selisih sebesar 19,23 persen dari target yang ditetapkan sebesar 24,0 persen. Belanja langsung terdiri dari belanja pegawai, belanja barang/jasa, dan belanja modal.

Dari pengumpulan data yang dilaporkan, ada sembilan SKPD yang realisasi belanja langsungnya berada dibawah rata – rata, yaitu Dinas Pendidikan Nasional, Dinas Kesehatan, Dinas PU, RSUD, BKBPP, Diskoperindag, Dinas Pertanian, Distamben, dan Dislutkan. Realisasi belanja APBD sampai 27 Mei 2016 atau 100 hari pemerintahan Husni-Mo yaitu sebesar 25,79 persen dari total APBD TA 2016.

Bila dibandingkan dengan target belanja pada Mei 2016 (40,21 persen), terdapat selisih sebesar 14,42 persen. Realisasi belanja tidak langsung sampai 27 Mei 2016 sebesar 32,83 persen dari pagu belanja tidak langsung.Terdapat selisih sebesar 6,35 persen dari target yang ditetapkan sebesar 39,18 persen. Dibandingkan dengan deviasi pada akhir triwulan I, sampai 27 Mei kemarin deviasi belanja tidak langsung menurun sebesar 3,78 persen.Realisasi belanja langsung sampai 27 Mei 2016 sebesar 12,80 persen dari pagu belanja langsung.Terdapat selisih sebesar 29,32 persen dari target yang ditetapkan sebesar 42,12 persen. Dibandingkan dengan deviasi pada akhir triwulan I, sampai 27 Mei kemarin terdapat peningkatan deviasi sebesar 10,08 persen. ‘’Ada tujuh SKPD dan dua kecamatan yang realisasi belanjanya belum memenuhi target yaitu, Diknas, Dikes, RSUD, PU, Diskoperindag, Dispertapan, Dislutkan, Kecamatan Tarano, dan Kecamatan Buer,’’ pungkasnya. (PSg)

Komentar

comments

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *