Bocah Hydrocepallus Butuh Bantuan

Sumbawa, PSnews – Ahmad Al Akbar, bocah berusia 1,5 tahun anak ketiga dari pasangan Muhammad Tahir (45) dan Saira (41), warga Dusun Sandri Cannae, Desa Bugis Medang, Kecamatan Labuhan Badas, tidak tumbuh berkembang seperti anak lain seusianya. Kondisi kepalanya yang membesar, membuatnya tidak mampu bergerak leluasa di dalam buaian sang  bunda.

Berasal dari orang tua yang berprofesi sebagai nelayan di Pulau Medang, anak laki-laki ini tidak mampu dibiayai pengobatan untuk penyembuhannya. Terlahir dalam sebuah operasi cesar, Ahmad Al Akbar diketahui telah menderita pembengkakan kepala sejak di dalam kandungan.

Ibu sang bocah malang itu, Saira, ditemui di kediaman saudarinya di RT 13/RW 04 Dusun Kali Baru, Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Rabu (02/12/2015), menuturkan, anaknya dilahirkan di RSUD Sumbawa dalam keadaan kepala membengkak atau Hydrocepallus. Oleh pihak RSUD Sumbawa, kemudian bayinya dirujuk ke RSU Mataram untuk mendapatkan tindakan medis lanjutan. Hanya saja karena biaya yang begitu mahal akhirnya orang tua si bayi memilih untuk pulang kampong ke Pulau Medang.

Orang tua si bayi bukannya pasrah dengan keadaan anaknya tersebut, karena keterbasan biaya akhirnya memilih pengobatan tradisional di Labuhan Sumbawa. Hasilnya cukup menggembirakan, karena mata si bayi yang dulu tidak bisa tertutup ketika tidur, setelah diobati ternyata bisa tertutup. Sehingga orang tua si bayi kembali pulang kampong ke Pulau Medang.

Keberadaannya kali ini di Dusun Kali Baru saat ini sebenarnya tidak terlepas dari adanya iming-iming dari timses salah satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati yang sempat blusukan ke Pulau Medang ketika berkampanye.

“Kami diminta datang ke Sumbawa supaya bisa diurus. Ternyata sampai di Sumbawa, dia bilang tidak punya waktu karena banyak rapat,” aku Muhammad Tahir, ayah si bayi malang, tanpa menyebut nama oknum timses salah satu pasangan Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa tersebut.

Upaya lainnya juga telah dilakukan agar anaknya tersebut bisa diberikan penanganan medis. Dengan cara mengurus BPJS. Hanya saja masih membutuhkan waktu yang cukup lama. “ Kata orang di BPJS baru bisa keluar kartu BPJSnya bulan depan,” kata Saira, ibu bayi Ahmad Al Akbar.

Dengan kondisi anaknya seperti itu, pasutri ini kini mengharapkan bantuan dari semua pihak yang prihatin dengan keadaan anaknya. Bantuan pemerintah Sumbawa juga begitu diharapkan minimal melalui saluran dana bantuan social dari Dinas Sosial setempat. (PSb)

Komentar

comments

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *