Pabrik Penggilingan Beras Modern Milik Bulog Sedang Ditender

Sumbawa, PSnews – Pembangunan pabrik penggilingan beras modern di Kabupaten Sumbawa saat ini masih dalam proses tender. Lokasi pabrik yang dibangun Perum Bulog Sub Divre Sumbawa ini berada di Unter Malang Kecamatan Lape.

Kepada wartawan, Kepala Bulog Sumbawa Heri Sulistiyo mengatakan, pabrik penggilingan tersebut merupakan pengembangan dari unit yang sudah ada sebelumnya. Rencananya pabrik yang dibangun dari bantuan pusat itu akan dikembangkan dengan perluasan lahan dan penambahan kapasitas giling. ‘’Kalau saat ini kapasitas giling sekitar 1 setengah ton perjam. Kedepannya kalau gak ada beban, sekitar 6 ton perjam. Saat ini sedang proses pelelangan di pusat. Kemarin yang kita laksanakan pembersihan areal lokasi dan pembongkaran bangunan lama. Bangunan kantor sama mes karyawan sudah dibongkar semua, sama gudangnya tinggal mesin yang masih berdiri,’’ terangnya.

Heri Sulistiyo

Diungkapkan, lahan untuk pabrik penggilingan sudah tersedia seluas 6,7 are  dan ditambah lagi untuk mendukung bangunan sekitar 6 are. Nantinya sejumlah kelengkapan penunjang yang ada yakni berupa mesin penggilingan baru, mesin pecah kulit, mesin poles serta dilengkapi pula dengan mesin lain. Termasuk juga disedikannya silo sebagai penyimpanan gabah kering maupun beras. ‘’Kita kan selama ini masih pakai gudang kapasitas penyimpanan kecil kurang lebih 300 ton saja untuk gabah. Kemudian mesinnya lama, kalau kita perbaikan agak kesulitan karena sparepart sulit dicari,’’ tuturnya.

Pabrik penggilingan yang akan dibangun, satu-satunya yang ada di NTB milik Bulog. Karena untuk bantuan yang diterima Bulog Dompu berupa mesin pengering jagung. ‘’Mudahan dengan itu, harapannya kita bisa menyerap hasil petani lebih banyak lagi. Sehingga nilai tambah bisa di sini. Kalau misalnya berdagang ke Lombok dalam bentuk gabah. nNnti hasil sampingnya bisa kita nikmati seperti dedak, menir, sekam. Kita juga menyerap tenaga kerja untuk operator dan tenaga buruh untuk wilayah sana,’’ pungkasnya. (PSg)

Komentar

comments

Facebooktwitterlinkedinrssyoutube

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *