IKPM Sumbawa – Malang Juara Gebyar Seni & Budaya Nusantara

Malang, PSnews – Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Sumbawa Malang (IKPMS-M), melalui Sanggar Kemas Maras berhasil meraih juara pertama Gebyar Seni & Budaya. Mengusung Tari Samalewa, IKPMS-M mengalahkan belasan organisasi daerah lainnya dalam kategori Gebyar Seni & Budaya pada Rabu (1/5/2019).

Kegiatan yang dinamakan Arkamaya Budaya Indonesia 2.0 diinisiasi oleh Badan eksekutif mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dibarengi dengan pengukuhan lembaga baru, Forum Orda di UMM.

Para penari dari Sanggar Kemas Maras tampak ceria menyambut kemenangan

Miftahul Hasanah, ketua pelaksana kegiatan tersebut mengungkapkan, kegiatan ini sebenarnya dimaksudkan sebagai wadah silaturrahmi antar organisasi daerah yang ada lingkup Universitas Muhammadiyah Malang. Arkamaya Budaya Indonesia 2.0 memiliki 4 kategori lomba yaitu, Parade Budaya, Stand, Fashion Show serta Gebyar Seni & Budaya. Untuk pemenang Parade Budaya kali ini di raih oleh Mahasiswa Tatas Suhu Trasna Lombok Tengah (Matur Lombok), pemenang kategori Stand & Fashion Show di raih oleh Ikatan Pelajar Mahasiswa Kota Waringin Timur (IPMK Malang) sedangkan kategori Gebyar Seni & Budaya untuk juara pertama diraih oleh Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Sumbawa – Malang (IKPMS-M) posisi kedua diraih oleh Ikatan Mahasiswa Banyuwangi (IWANGI) dan posisi ketiga diraih oleh Ikatan Pelajar Mahasiswa Kota Waringin Timur (IPMK Malang). Berdasarkan hasil perkategori, panitia menentukan bahwa Ikatan Pelajar Mahasiswa Kota Waringin Timur (IPMK Malang) menjadi juara umum pada kegiatan Arkamaya Budaya Indonesia 2.0.

Dalam perjalanannya, Dewan Pembina Sanggar Kemas maras, Ferdy Marta Yulianysah menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wadah aktualisasi diri mahasiswa Sumbawa di Malang dalam mempromosikan Desa Darat terutama dalam Bidang Seni & Budaya. Terlebih,  ia menyebutkan bahwa talent yang disertakan dalam perlombaan tersebut adalah mahasiswa dan mahasiswi yang didominasi angkatan 2018 (Mahasiswa Baru)

Ferdy mengaku bahwa pengikutsertaan mahasiswa baru dalam pagelaran ini bukan tanpa sebab, melaikan sebagai bentuk perhatian untuk membangun regenerasi, baik di Sanggar maupun di kelembagaan Organisasi IKPMS-M sendiri. Beberapa mata lomba lain juga turut di ikuti, seperti Parade Budaya, lomba Stand terkreatif, serta Fashion Show. namun meneurut keterangannya, tidak setiap mata lomba bisa dimaksimalkan karena kurangnya annggaran dalam pengadaan bahan yang diperlukan. Ferdy juga menegaskan, besar harapan di acara selanjutnya bisa lebih baik dari pada kali ini & semoga sumber dana maupun bantuan dari pemerintah daerah dapat memenuhi biaya yang sudah ditentukan sehingga bahan yang dibutuhkan mampu di realisasikan agar dapat memaksimalkan semua kategori lomba yang ada. “Lama kita berorganisasi, kia mendapati kalau yang namanya regenerasi itu penting, dan akan selalu dibutuhkan. Artinya selama kita memikirkan tentang sesuatu yang bisa kita katakan hal mendasar semacam itu, maka selama itulah kita akan mampu menyingkirkan sedikit ego kita untuk sejenak melihat kepada yang muda-muda”. Terang Ferdy.

Tampak aksi para penari di atas panggung

Kepada kami, Ketua Umum IKPMS-M, Fiqri  mengatakan, kendala dalam proses ini sebenarnya adalah masalah klasik dari tahun ke tahun. Ia mengungkapkan, setiap agenda yang dilakukan orda dan sanggar dilakukakn dengan mandiri secara finansial, diluar kendala akademik masing masing mahasiswa. “upaya kita sejauh ini adalah memposisikan diri sebagai perepanjangan tangan dari pemerintah daerah dalam promosi daerah, cuman kalau menurut ketua sanggarnya sendiri, secara original pagelaran seni ini akan selalu di baurkan dengan seni kontemporer untuk menggimbangi karya seni daerah lain, mengingat karakter musik dan gerak budaya lain itu terlihat lebih ramai, namun tetap pada esensinya tidak meninggalkan nilai-nilai asli tau tana Samawa”. Tegas Fiqri. (PSmlg)

Komentar

comments

Facebooktwitterlinkedinrssyoutube

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *