Sampah Menumpuk, Dinas LH Salahkan Masyarakat ?

Sumbawa, PSnews – Beberapa hari lalu sempat terjadi penumpukan sampah di sejumlah tempat di sekitar kota Sumbawa Besar, terutama di Pasar Seketeng dan Labuhan Sumbawa. Hal itu tentu berakibat buruk pada lingkungan sekitar. Kondisi ini pun sempat menjadi viral di media sosial facebook lantaran Pemkab Sumbawa dalam hal ini instansi yang bertanggung jawab di bidang persampahan terkesan lamban dalam mengambil langkah-langkah kongkrit untuk membersihkan sampah tersebut. Tak pelak, kondisi ini pun mengundang keprihatinan sejumlah pihak untuk berinisiatif bergotong royong membersihkan sampah yang menumpuk di selokan pasar Seketeng.

Masyarakat terpaksa mengambil inisiatif gotong royong bersihkan sampah

Terhadap hal ini, Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Dinas Lingkungan Hidup Sumbawa – Ikhsan Imanuddin yang dikonfirmasi menyatakan, bahwa selama ini kesadaran masyarakat terutama para pedagang pasar Seketeng masih sangat kurang. Terutama dalam membuang sampah. Padahal Dinas LH sudah menyediakan kontainer di lokasi pasar. Namun, masih ada saja yang membuang sampah tidak tepat masuk ke dalam kontainer. ‘’Persoalan sampah ini memang membutuhkan kesadaran langsung dari masyarakat,’’ ujarnya Selasa (22/8/2017).

Tumpukan sampah di Pasar Labuhan Sumbawa

Dikatakan Ikhsan-akrabnya disapa, dalam penanganan sampah pasar ini, pihaknya bersama OPD lainnya yaitu Bapenda Bidang Pasar dan PRKP bidang Perumahan selalu berkoordinasi dalam membersihkan sampah-sampah yang ada. Selain itu, ketiga OPD ini juga pernah melakukan gotong royong  bersama di pasar tradisional, terutama saat penertiban pedagang di depan Pasar Seketeng. Namun beberapa hari kemudian, sampah di pasar-pasar tersebut muncul kembali. ‘’Memang kita harus fokus dalam membersihkan sampah di pasar ini. Pasalnya masih banyak yang membuang sampah begitu saja,’’ tukasnya

Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Dinas Lingkungan Hidup Sumbawa – Ikhsan Imanuddin

Ia juga menyinggung minimnya armada angkut sampah yang dimiliki Dinas Lingkungan Hidup. Saat hanya ada 13 armada truk yang dimiliki, namun hanya 9 truk yang dapat beroperasi. Sedangkan sisanya sudah tidak layak dioperasikan. Sehingga pihaknya akan mengusulkan penambahan truk sampah dan amroll di APBD Perubahan. ‘’Berdasarkan timbulan sampah yang kami hitung perhari, idealnya menggunakan 35 armada truk,’’ jelasnya. (PSg)

Komentar

comments

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *