Wilayah Terpencil Sumbawa Diharap Tuntas Dalam 3 Tahun

Sumbawa, PSnews – Kabupaten Sumbawa merupakan daerah yang memiliki wilayah paling luas di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Daerah yang dikenal kaya dengan potensi sumber daya alam ini memiliki karakter topografi yang berbukit-bukit. Kondisi tersebut tentu menjadi salah satu kendala dalam proses pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan terutama dalam hal mencari sumber pembiayaannnya. 
Menghadapi kondisi itu, Bupati Sumbawa HM Husni Djibril mengaku telah melakukan lobi atau komunikasi dengan Pemerintah Pusat terkait pembiayaan pembangunan infrastruktur jalan di daerah-daerah terpencil Kabupaten Sumbawa.
Ia menyebutkan, Pemerintah Pusat pun menurunkan Program Komunitas Adat Tertinggal (KAT), untuk membantu daerah menuntaskan wilayah terpencil.
“Saya berharap agar wilayah terpencil di Kabupaten Sumbawa bisa tuntas dalam tiga tahun. Apalagi itu juga merupakan visi misi saya bersama Mahmud Abdullah saat menjadi calon Kepala Daerah 2015 lalu,” tandas Husni Djibril saat membuka kegiatan Rakor Pokja PKAT Kabupaten Sumbawa 2016, Kamis (4/8/2016).

Ia menegaksan, bahwa Pemda Sumbawa akan sangat terbantu dengan adanya program KAT tersebut. Ada sekitar lima daerah terisolir di Kabupaten Sumbawa yang harus tuntas, seperti Batu Lanteh, Ropang, Maronge dan lainnya.

Setelah dihitung, pembangunan jalan dan jembatan di wilayah terpencil Sumbawa sekitar membutuhkan anggaran sekitar Rp 580 miliar. Bila hanya menggunakan APBD Kabupaten Sumbawa maka tidak akan mampu menuntaskan masalah tersebut, kendati dalam kurun waktu 10 tahun. Sehingga upaya lainnya perlu adanya bantuan dari Pemerintah Pusat. “Bisa dikerjakan untuk buka akses, tapi akan rusak lagi karena kita tidak punya anggaran lain untuk pemeliharaan dan perbaikan. Sehingga dalam mengatasi masalah ini Pemerintah Pusat harus bisa membantu. Untuk itu kami harap daerah terpencil ini bisa tuntas dalam tiga tahun,’’ tukasnya.

Sementara terkait kegiatan dimaksud, Kepala Dinas Sosial (Disos) Kabupaten Sumbawa – Ikhsan Syafitri mengungkapkan, untuk tahun ini lokasi program KAT yang ada di Kabupaten Sumbawa ada di Desa Tepal Kecamatan Batulanteh, Desa Lebin Kecamatan Ropang, Dusun Stema dan Brang Kua Desa Labuhan Aji Kecamatan Labuhan Badas serta Gili Tapan Kecamatan Maronge. “Pada tanggal 25 Juli lalu kita juga sudah lakukan penjajakan awal untuk calon KAT 2017. Itu di Dusun Ladan dan Kuang Sampang Rangi Desa Batu Rotok serta Dusun Batu Tala Desa Bawo Desa,’’ ungkapnya.

Kegiatan itu dihadiri pula Kasubbid Rujukan Terminasi dan Evaluasi Kementerian Sosial RI – Dr Laode Taufiq Mulyadi. Menurutnya, rakor ini tujuannya untuk menggalang sinergi keterpaduan lintas sektor. Ini salah satu bentuk dari tanggungjawab bersama karena dalam pemberdayaan KAT itu tidak hanya dalam sektor sosial, tapi juga sektor lainnya seperti pendidikan, kesehatan, perhubungan, pemukiman dan lannya. “Kenapa kita Pemerintah Pusat datang ke sini (Sumbawa), karena anggaran kegiatan ini langsung dari Pusat. Dan kenapa Sumbawa dipilih, karena dukungan Pemda untuk KAT ini cukup besar. Makanya kita mengapresiasi. Ini sesuai arahan Ibu Menteri, kemarin kita rapat di Pusat yang hasilnya bahwa sebaiknya program KAT ini dilaksanakan pada daerah yang memang konsen, dan punya komitmen. Salah satunya Sumbawa,’’ pungkasnya. (PSg)

Komentar

comments

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *