Hasil Riset Kesehatan Daerah 2018, Stunting di Sumbawa Alami Penurunan

Sumbawa, PSnews – Pjs. Bupati Sumbawa – Zainal Abidin mengungkapkan, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesda) dan survey pemantauan status gizi Kementerian Kesehatan, sejak tahun 2013 hingga 2018 angka prevalensi stunting (kondisi gagalnya pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi) di Kabupaten Sumbawa tergolong tinggi, yakni mencapai 37,2 persen. Sementara di NTB, Kabupaten Sumbawa berada di urutan pertama tertinggi dari 10 kabupaten/kota, yaitu 41.82 persen menurut survey pemantauan gizi tahun 2017. Namun hasil Riskesda di tahun 2018, kejadian stunting di Kabupaten Sumbawa telah mengalami penurunan menjadi 31,53 persen.

Hal itu disampaikan Pjs. Bupati Sumbawa saat menerima Tim Penilai Propinsi NTB pada acara “Penilaian Kinerja Kabupaten Sumbawa Dalam Upaya Pencegahan dan Penurunan Stunting Terintegrasi”, Selasa (13/10) di Aula Madelaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa. 

Diungkapkan, beberapa kegiatan sudah dilakukan di Kabupaten Sumbawa dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting, seperti penguatan konvergensi yang ditandai dengan pelaksanaan 8 aksi konvergensi, yang mana tiap-tiap OPD memberikan kontribusi memasukkan program/kegiatan dalam RKA/DPA OPD.

Bahkan, lanjut Zainal Abidin, Dana Desa pun telah berkontribusi terhadap penurunan stunting, dengan pemberian makanan tambahan pada ibu hamil dan balita di posyandu, kemudian insentif bagi petugas di desa, serta pengadaan antropometri KIT di desa.

Dijelaskan, daerah lokus stunting di Kabupaten Sumbawa pada tahun 2019 berjumlah 25 desa, dan ada penambahan di tahun 2020 menjadi 37 desa. ‘’Ke depan, desa-desa lain juga bisa menjadi lokus intervensi penurunan stunting, dimana semua program dan kegiatan tertuju pada desa untuk pencegahan dan penurunan stunting,’’ tuturnya.

Pihaknya berharap, masing-masing OPD di Kabupaten Sumbawa kedepan bisa memiliki desa atau daerah binaan sendiri, sebagai upaya percepatan pencegahan dan penurunan angka stunting di Kabupaten Sumbawa. (PSg)

Komentar

comments

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *