32 Tim STBM Desa/Kelurahan Terbentuk di Kabupaten Sumbawa

Sumbawa, PSnews – Berdasarkan Permenkes Nomor 3 tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) bahwa penyelesaian masalah sanitasi dilakukan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat. Masyarakat diharapkan dapat melaksanakan 5 pilar STBM (bebas BAB sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengolahan air minum dan makanan rumah tangga, pengolahan sampah rumah tangga, pengolah limbah cair rumah tangga) secara mandiri.

Untuk mencapai target tersebut, Yayasan Plan Internatioal Indonesia (YPII) yang bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa sejak bulan Mei – Juni 2019 telah membentuk Tim STBM di 32 desa/kelurahan di 8 kecamatan (Alas Barat, Rhee, Batulanteh, Sumbawa, Moyo Hilir, Lopok, Lape dan Plampang). Tim STBM ini diharapkan menjadi ujung tombak dalam mengatasi persoalan sanitasi di desa/kelurahan. Karena untuk mengatasi persoalan sanitasi, perlu menjadikan masyarakat sebagai subjek sehingga mereka sendiri yang akan menyusun, melaksanakan dan mengevaluasi berbagai kegiatan yang dapat mengatasi persoalan sanitasi di wilayah mereka.   

Pola pembentukan yang dilakukan oleh YPII bersama Tim STBM Kecamatan adalah melalui sosialisasi STBM tingkat desa/kelurahan ke beberapa pihak terkait, antara lain Kepala desa/Lurah, Kepala Dusun/Ketua RW/RT, PKK, tokoh masyarakat, kader posyandu, perwakilan Kepala Sekolah, perwakilan penyandang disabilitas, Babinsa dan Babinkamtibmas. Setelah dilaksanakan sosialisasi, secara mandiri mereka menentukan siapa saja pihak-pihak yang akan menjadi bagian dalam Tim STBM Desa/Kelurahan.

“Program YPII ini sangat bagus karena dapat mengatasi persoalan sanitasi di wilayah Kelurahan Bugis melalui pendekatan STBM. Kami berharap kita semua mendukung program STBM yang akan dilaksanakan di Kelurahan Bugis karena tanpa kolaborasi kita semua program ini tidak akan berjalan,” kata Nasrullah, SH, Lurah Bugis saat membuka kegiatan Sosialisasi STBM Tingkat Desa/Kelurahan.

Penyelesaian persoalan sanitasi di desa/kelurahan harus melibatkan partisipasi masyarakat. Dukungan berbagai pihak baik pemerintah, sektor swasta dan lainnya menjadi sangat penting untuk mencapai target sanitasi di level desa/kelurahan. Karena jika persoalan sanitasi di level desa/kelurahan tuntas maka otomatis persoalan sanitasi di kabupaten akan terselesaikan,” jelas Jatmoko, Provincial Coordinator Program Water for Women – Yayasan Plan International Indonesia saat menyampaikan materi pada acara Sosialisasi STBM Tingkat Desa/Kelurahan di Kelurahan Bugis. (YPII/Jatmoko)

Komentar

comments

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *