Masa Transisi, Terminal Sumer Payung Butuh Pembenahan

Sumbawa, PSnews – Saat ini Terminal Sumer Payung Kabupaten Sumbawa memasuki masa transisi pengelolaan, dari yang sebelumnya dipegang Pemda Sumbawa, kini sudah berada dibawah Kementerian Perhubungan RI. Terhadap hal ini, pihak pengelola merasa kesulitan untuk melakukan pembenahan terhadap fasilitas terminal.

Koordinator Terminal Sumer Payung – Tugirin kepada media ini mengungkapkan, sudah setahun lamanya pengelolaan terminal menjadi kewenangan Kementerian Perhubungan. Sejak saat itu, rertibusi masuk, retribusi pedagang, serta lainnya tidak dipungut biaya. ‘’Kendala terminal ini masih dalam masa transisi. Sejak dipegang Kementerian, retribusi gratis, termasuk pedagang,’’ terangnya.

Karena belum ada pemasukan, pihaknya kesulitan melakukan pembenahan terhadap sarana dan prasarana di terminal. Salah satunya WC yang menjadi kebutuhan dasar pengunjung. ‘’Orang turun dari bus itu pasti cari WC. Makanya harus diperbaiki. Kita juga rencanakan ada ruangan kusus untuk itu menyusui,’’ ujarnya.

Koordinator Terminal Sumer Payung – Tugirin

Diungkapkan, ada ratusan bus besar maupun kecil, termasuk yang dari luar daerah masuk dan keluar didalam Terminal Sumer Payung. Ditambah lagi adanya puluhan pedagang yang berjualan, sehingga dianggap sebaga potensi pendapatan yang cukup besar. ‘’Ada ratusan bus yang keluar masuk. Termasuk bus Bima, travel, andes, itu semua masuk ke terminal,’’ tukasnya.

Terminal Sumer Payung memiliki petugas sekitar 31 orang, 11 ASN dan 20 non ASN. Semua aktifitas yang ada di terminal dilakukan pendataan, baik dari jumlah pedagang, jumlah bus yang masuk, termasuk penumpang. Bahkan sebelum bus berangkat, dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Guna memastikan kelayakan alat transportasi yang dioperasionalkan.

Ketika ada bus yang diannggap tidak layak, lanjut Tugirin, maka pihaknya meminta sopir maupun pemmilik untuk memperbaiki terlebih dahulu. Ini juga demi keselamatan selama beroperasi. Apalagi diketahui usia rata-rata bus sudah puluhan tahun namun Bbanyak juga yang diremajakan. ‘’Kami tidak ingin terjadi sesuatu. Kalau ada kenapa-kenapa, sopir juga nanti yang disalahkan, itu juga bisa karena kondisi kendaraan yang tidak layak,’’ pungkasnya. (PSg)

Komentar

comments

Facebooktwitterlinkedinrssyoutube

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *