Bulog Mulai Serap Gabah Petani, Harga Rp3.850 Perkilo

Sumbawa, PSnews – Perum Bulog Sub Divisi Regional (Divre) Sumbawa mulai menyerap gabah petani untuk masa panen tahun 2017. Untuk awal masa panen di bulan ini, sebanyak 1.350 ton setara beras telah berhasil diserap.

Kepada wartawan, Kepala Perum Bulog Sub Divre Sumbawa – Lalu Tawang menyatakan, penyerapan gabah petani pada bulan ini diawali dari Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang kemudian disusul Kecamatan Alas dan Utan Kabupaten Sumbawa. Alasan dimulainya dari daerah-daerah tersebut karena wilayah dimaksud yang lebih dulu memanen padi. “Penyerapan gabah sudah kita mulai di bulan maret ini. Untuk tahun ini dimulai dari arah barat karena mereka yang sudah mulai panen,’’ terangnya.

Dari penyerapan gabah sementara yang dilakukan oleh Bulog, sedikitnya 1.350 ton setara beras berhasil diserap. Hasil tersebut baru mencapai dua persen dari target yang telah ditentukan. untuk tahun 2017. Bulog memiliki target sebesar 45.785 ton setara beras.
Sedangkan harga yang dikenakan untuk perkilo gabah sebesar Rp 3.850. Menurutnya, harga tersebut sudah layak, sebab standar harga yang ditentukan oleh Kementan adalah sebesar Rp 3700  perkilogram. “Kita tanya di mitra-mitra kami pengadaan subdivre itu, harganya yang diberikan sebesar Rp 3.850. Malahan ada yang sampai Rp 3900,’’ tambahnya.

Sementara terkait bencana banjir yang melanda Sumbawa pada awal Februari lalu, dimana sekitar 5.000 hektar sawah terendam, menurtnya, hal itu tidak akan berpengaruh begitu besar terhadap hasil panen nanti. “Insya Allah kalau kita lihat panen di tahun ini sudah bagus. Meskipun kemarin Sumbawa sempat banjir, dan saya melihat banyak persawahan yang terendam. Tapi kemarin saya ke lokasi lagi, dan padinya sudah mulai naik, bahkan sudah ada mulai berbuah dan ada juga yang mulai panen,’’ ungkapnya.

Selain itu, dalam upaya pengoptimalan penyerapan gabah petani, pihaknya telah menerjunkan satuan kerja. Dimana mereka nantinya akan turun langsung ke lokasi untuk meninjau daerah mana saja yang akan masuk masa panen. Jika sudah ada daerah yang mulai panen, maka pihaknya akan memberitahukan mitra kerja Divre, yang kemudian mitra kerja itulah yang akan mengambil gabah dari para petani. “Dengan Satker ini nantinya juga akan memantau harga di lapangan, itu dilakukan agar para petani tidak merasa dirugikan,’’ pungkasnya. (PSg)

Komentar

comments

Facebooktwitterlinkedinrssyoutube

Leave a Reply

Your email address will not be published.