Festival Moyo Tahun ini Dimeriahkan dengan Buffalo Carnaval

Sumbawa, PSnews – Kritik masyarakat soal penyelenggaraan Festival Moyo yang dinilai tidak efektif dan efiesien, telah mendorong pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk mencari cara agar kegiatan tersebut dapat mengundang daya tarik wisatawan. Salah satunya dengan mengadakan Buffalo Carnaval (Karnaval Kerbau). Sejauh ini, kerbau di Sumbawa biasa digunakan untuk membajak sawah oleh petani, sekaligus untuk mengikuti ajang tradisi Barapan Kebo. Kerbau dianggap memiliki nilai ekonomis lebih tinggi dibanding hewan ternak lainnya seperti sapi, kuda, kambing dan lain-lain. Harga kerbau bisa melambung tinggi ketika menjadi juara pada even Barapan Kebo. Bahkan seorang pakar kerbau dari Jepang yang berkunjung ke Sumbawa beberapa tahun lalu menyebutlkan, kerbau lumpur dari Sumbawa memiliki daging yang rasanya paling lezat dibanding jenis kerbau lainnya di dunia.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Sumbawa – Amri membenarkan bahwa Festival Moyo yang akan digelar pada bulan September 2016 mendatang diramaikan dengan Buffalo Carnaval. “Dalam pelaksanaan Festival  Moyo tahun ini akan dimeriahkan dengan kegiatan tambahan, yakni Buffalo Carnaval,” ujar Ami kepada Pulau Sumbawa News belum lama ini.
Disamping itu, lanjut Amri, juga akan ditambah dengan even Parade Sampan Hias. Kegiatan tersebut sudah dikoordinasikan dengan Kementerian Pariwisata. ‘’Kita akan buat draf SK untuk panitia untuk diajukan ke Bupati,’’ tukasnya.

Sementara itu terkait acara Pembukaan Festival Moyo 2016, akan dilakukan terpisah dengan pawai budaya. Sehingga berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pembukaan Festival Moyo 2016 akan dilakukan di Wisma Daerah pada malam hari, dan pawai budaya dilaksanakan sore harinya. “Rencana ini sesuai keinginan Disbudpar Provinsi NTB yang menginginkan agar pelaksanaan pembukaan dipisahkan dengan pawai budaya,’’ terang Amri.

Pihaknya pun tidak mempermasalahkan pemisahan pembukaan dengan pawai budaya. Apalagi Wisma Daerah juga merupakan cagar budaya yang sangat pantas untuk dipromosikan, agar lebih dikenal luas. “Kalau dipisahkan, kami terkendala anggaran, tapi itu akan ditanggulangi oleh Pemerintah Provinsi NTB,’’ pungkasnya. (PSg)

Komentar

comments

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *