Infrastruktur Jadi Kendala Pengembangan Pariwisata Sumbawa

Sumbawa, PSnews – Dukungan infrastruktur dianggap masih minim dalam upaya pengembangan potensi pariwisata di wilayah Kabupaten Sumbawa. Belum terkoordinasinya antar instansi terkait untuk pengembangan potensi pariwisata juga menjadi masalah tersendiri. Akibatnya, potensi pariwisata Sumbawa tidak mampu dikatrol dan dimenej dengan baik dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor pariwisata maupun peningkatan pendapatan masyarakat sekitar objek wisata khususnya dan masyarakat Sumbawa umumnya.

Demikian dijelaskan Kepala Disporabudpar Kabupaten Sumbawa – Amri yang ditemui Kamis (20/08/2015).

Amri menyebutkan, salah satu yang terdampak langsung adalah agenda pariwisata tahunan Festival Moyo. Meski Pemda melalui Disporabudpar selaku Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang membidangi pariwisata, namun Kementerian Pariwisata RI belum memasukkan Festival Moyo menjadi agenda tahunan pemerintah pusat.

Amri menjelaskan, untuk mempromosikan Festival Moyo, pihaknya telah berusaha sejak tiga bulan lalu dibantu oleh Budpar Propinsi dan BPPD Propinsi. “Budpar Propinsi membungkus Festifal Moyo di Tambora Menyapa Dunia, karena agenda Propinsi juga ada Festival Senggigi dan Festival Moyo. Tetapi Festival Moyo lebih dulu dibuka baru Festival Senggigi,” jelasnya.

Amri mengakui, sudah memasukkan permohonan untuk didaftarkan ke Kementerian Pariwisata menjadi agenda nasional. Namun  ada indikator yang diberikan oleh pemerintah pusat dan harus dipenuhi oleh Kabupaten Sumbawa. “Belum bisa menjadi agenda nasional. Mungkin salah satunya yang perlu diperbaiki seperti promosi dan publikasi yang selama ini di internal kita. Belakangan ini sudah mulai masuk ke website kementerian pariwisata,” terangnya.

Untuk itulah paparnya, pihaknya akan membentuk badan untuk mensupport promo Pariwisata Sumbawa, walaupun masih dalam masa transisi.
Menurutnya, sejauh ini publikasikas wisata Sumbawa sudah bagus. Namun untuk menuju destinasi pariwisata tersebut selalu terhambat dengan infrastruktur. “Kita punya potensi yang bagus, tapi untuk ke sananya cukup sulit,”imbuhnya.

Amri mengakui sebenarnya sudah berkoordinasi dengan lintas SKPD, seperti Dinas PU dan Dinas Kelautan dan Perikanan untuk pengelolaan pulau-pulau kecil. Demikian pula dengan potensi air terjun di Marente harus berkoordinasi dengan pihak Kehutanan. Namun lagi-lagi belum ada tindak lanjut dan keterpaduan program antara lintas SKPD terkait. (PSb)

Komentar

comments

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *