29 Juli, Bertambah 36 Positif Covid di NTB, 25 Diantaranya di Kota Bima

Mataram, PSnews – Pandemi Covid-19 tampaknya masih menghantui masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kota Bima yang sebulan sebelumnya telah dinyatakan sebagai zona hijau, kini (29/7/2020) kembali menjadi zona kuning, menyusul bertambahnya kasus positif baru covid-19 sebanyak 25 orang. Hal in terungkap dari hasil pemeriksaan laboratorium hari Rabu 29 Juli 2020, dimana terkonfirmasi sebanyak 36 kasus positif baru di NTB,, 25 diantaranya terdapat di Kota Bima. “Bahwa pada hari ini, Rabu, 29 Juli 2020, telah diperiksa di Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir, dan Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram sebanyak 385 sampel dengan hasil 312 sampel negatif, 37 sampel positif ulangan, dan 36 sampel kasus baru positif Covid-19,” beber Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Pangananan Covid-19 NTB Lalu Gita Aryadi melalui siaran pers Rabu (29/7/2020).

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 1987, an. An. NPKAP, perempuan, usia 3 tahun, penduduk Kelurahan
    Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan
    pasien Covid-19 nomor 1780. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  2. Pasien nomor 1988, an. Ny. GAAPL, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan
    Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan
    pasien Covid-19 nomor 1780. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  3. Pasien nomor 1989, an. Tn. IMK, laki-laki, usia 69 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung
    Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien
    Covid-19 nomor 1780. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 1990, an. Ny. NMGG, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan
    Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan
    pasien Covid-19 nomor 1780. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  5. Pasien nomor 1991, an. Ny. H, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari,
    Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum
    teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  6. Pasien nomor 1992, an. Tn. LAWW, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Desa Majidi,
    Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-
    19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  7. Pasien nomor 1993, an. Tn. MDZ, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari,
    Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum
    teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  8. Pasien nomor 1994, an. Tn. KYS, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Dayan
    Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19
    belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  9. Pasien nomor 1995, an. Tn. ASU, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Mataram
    Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19
    belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Unram;
  10. Pasien nomor 1996, an. Ny. NWS, perempuan, usia 66 tahun, penduduk Kelurahan
    Cakranegara Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang
    sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  11. Pasien nomor 1997, an. Ny. AK, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Terong Tawah,
    Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-
    19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga;
  12. Pasien nomor 1998, an. Ny. RA, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Paruga,
    Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah
    terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani
    isolasi terpusat di Kota Bima;
  13. Pasien nomor 1999, an. Tn. A, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi,
    Kecamatan Asakota, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah
    terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani
    isolasi terpusat di Kota Bima;
  14. Pasien nomor 2000, an. Ny. EYN, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan
    Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan
    ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini
    menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  15. Pasien nomor 2001, an. An. MAGO, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk Kelurahan
    Rabangodu Utara , Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan
    ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1830. Saat
    ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  16. Pasien nomor 2002, an. Ny. STJ, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi,
    Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah
    terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani
    isolasi terpusat di Kota Bima;
  17. Pasien nomor 2003, an. Ny. RH, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Nae,
    Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah
    terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1833. Saat ini
    menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  18. Pasien nomor 2004, an. Ny. DY, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Penaraga,
    Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit
    Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi
    terpusat di Kota Bima;
  19. Pasien nomor 2005, an. Ny. N, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu
    Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah
    terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani
    isolasi terpusat di Kota Bima;
  20. Pasien nomor 2006, an. Ny. MA, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan
    Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan
    ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini
    menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  21. Pasien nomor 2007, an. Ny. M, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan
    Manggemaci, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan
    ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini
    menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  22. Pasien nomor 2008, an. Ny. NR, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi,
    Kecamatan Asakota, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah
    terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani
    isolasi terpusat di Kota Bima;
  23. Pasien nomor 2009, an. Ny. MS, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Penanae,
    Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit
    Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi
    terpusat di Kota Bima;
  24. Pasien nomor 2010, an. Ny. HW, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Sarae,
    Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah
    terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani
    isolasi terpusat di Kota Bima;
  25. Pasien nomor 2011, an. Tn. SA, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Dara,
    Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah
    terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani
    isolasi terpusat di Kota Bima;
  26. Pasien nomor 2012, an. Ny. N, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Sambinae,
    Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah
    terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani
    isolasi terpusat di Kota Bima;
  27. Pasien nomor 2013, an. Ny. RS, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Sarae,
    Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah
    terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani
    isolasi terpusat di Kota Bima;
  28. Pasien nomor 2014, an. Ny. LF, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Ule,
    Kecamatan Asakota, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah
    terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani
    isolasi terpusat di Kota Bima;
  29. Pasien nomor 2015, an. Ny. NI, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Paruga,
    Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah
    terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1782. Saat ini
    menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  30. Pasien nomor 2016, an. Tn. A, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Sadia,
    Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah
    terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1832. Saat ini
    menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  31. Pasien nomor 2017, an. Tn. TAL, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Sadia,
    Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah
    terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani
    isolasi terpusat di Kota Bima;
  32. Pasien nomor 2018, an. Tn. MT, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Sadia,
    Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah
    terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1832. Saat ini
    menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  33. Pasien nomor 2019, an. Ny. NL, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Sarae,
    Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah
    terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi.
    Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  34. Pasien nomor 2020, an. Tn. S, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Jatibaru,
    Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah
    terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi.
    Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  35. Pasien nomor 2021, an. An. R, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Kelurahan Sadia,
    Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah
    terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1832. Saat ini
    menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  36. Pasien nomor 2022, an. Tn. AM, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu
    Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah
    terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani
    isolasi terpusat di Kota Bima.

Disamping itu, lanjut Lalu gita, hari ini terdapat penambahan 12 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 1372, an. Ny. LH, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Dasan
    Cermen, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 1454, an. Ny. VC, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan
    Cakranegara Timur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 1499, an. Tn. DT, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya,
    Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 1545, an. An. IGAFA, perempuan, usia 2 tahun, penduduk Kelurahan Monjok
    Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 1600, an. Ny. FZ, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Mayura,
    Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 1690, an. Ny. NMCR, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Bertais,
    Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 1713, an. Tn. S, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan
    Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  8. Pasien nomor 1715, an. Tn. M, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Labuapi, Kecamatan
    Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  9. Pasien nomor 1716, an. Ny. BA, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Labuapi,
    Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  10. Pasien nomor 1742, an. Nn. FL, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Desa Kekeri,
    Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  11. Pasien nomor 1746, an. Tn. N, laki-laki, usia 82 tahun, penduduk Desa Babusalam,
    Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  12. Pasien nomor 1900, an. Ny. LP, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Kuripan,
    Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat.

“Dengan adanya tambahan 36 kasus baru terkonfirmasi positif, 12 tambahan sembuh baru, dan
tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai
hari ini (29/7/2020) sebanyak 2.022 orang, dengan perincian 1.266 orang sudah sembuh, 110
meninggal dunia, serta 646 orang masih positif dan dalam keadaan baik,” paparnya.

Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap
melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang
terkonfirmasi positif. Diharapkan juga kepada petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan
identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan
pengendalian penyebaran virus Covid-19.

Hingga 29 Juli 2020, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 2.547 orang dengan perincian 435 orang (17%) PDP masih dalam pengawasan, 2.112 orang (83%) PDP selesai pengawasan/sembuh. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 7.246 orang, terdiri dari 320 orang (4%) masih dalam pemantauan dan 6.926 orang (96%) selesai pemantauan. Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 16.462 orang, terdiri dari 1.926 orang (12%) masih dalam pemantauan dan 14.536 orang (88%) selesai pemantauan. Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 70.135 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.336 orang (2%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 68.799 orang (98%).

Lebih alnjut Lalu Gita mengabarkan, Hingga saat ini penularan Covid-19 masih terus terjadi. Ini menunjukkan bahwa penularan virus ini masih belum dapat dikendalikan dengan baik. Oleh karena itu, untuk bisa tetap produktif dan
beraktifitas ditengah pandemi ini, membutuhkan satu syarat yang harus dipenuhi oleh seluruh masyarakat secara kolektif. Yakni tetap memakai masker pada saat beraktifitas di luar rumah, menjaga jarak (physical distancing) atau tidak berkerumun, mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Protokol kesehatan dan pencegahan ini harus terus kita terapkan secara disiplin dan ketat sampai vaksin atau obat Covid-19 ditemukan, agar kasus positif baru dan korban meninggal dapat benar-benar kita tekan dan hentikan. “Kepada seluruh petugas, baik dari jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-NTB juga
kepada aparat TNI dan Polri serta seluruh petugas kesehatan dan aparat terkait lainnya, mari kita
terus memperkuat kolaborasi, kerja sama dan tetap semangat untuk melakukan pembinaan,
sosialisasi dan edukasi secara humanis dan persuasif untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat
Covid-19,” harapnya. (PSa)

Komentar

comments

Facebooktwitterlinkedinrssyoutube

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *