Pesta Miras, Belasan Pelajar Diamankan Pol PP, Satu Pingsan

Sumbawa, PSnews – Sungguh miris yang dilakukan belasan pelajar di Sumbawa ini. Dengan menggunakan seragam sekolah mereka sudah berani melakukan perbuatan haram yakni pesta minuman keras. Bahkan tidak saja pelajar putra, pelajar putri pun diduga ada yang ikut-ikutan menenggak minuman keras (miras). Mereka yang berasal dari beberapa sekolah ini diamankan anggota Satpol PP Kabupaten Sumbawa pada Selasa (10/12). Mereka diduga sedang pesta miras di sebuah kamar kos wilayah Panto Daeng, Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa. Bersama mereka, diamankan pula satu botol miras jenis arak sudah habis diminum dan satu botol masih terisi miras.

Belasan pelajar yang diamankan Pol PP

Dalam pantauan media ini, tampak belasan pelajar tersebut digiring menuju markas Satpol PP Sumbawa. Saat diinterogasi oleh anggota Satpol PP, salah seorang pelajar putri tiba-tiba pingsan. Tidak jelas apa yang menyebabkannya pelajar putri ini pingsan, namun dari mulutnya tercium bau miras.

Kepada wartawan, Kasat Pol PP Sumbawa – Sahabuddin mengungkapkan, mereka diamankan berdasarkan informasi masyarakat. Adapun pelajar yang diamankan sebanyak 15 orang. Mereka terdiri dari 9 pelajar wanita, 4 pelajar pria dan 2 pemuda pengangguran. “Ya mereka diduga pesta miras. Karena di lokasi diamankan dua botol miras, satu botol sudah habis. Di kantor, aroma yang keluar dari mulut beberapa pelajar ini bau minuman keras,” ungkapnya.

Meski hanya beberapa siswa yang diketahui menenggak miras, namun semua pelajar tersebut harus diamankan. Karena berada di lokasi yang sama, sehinigga semuanya harus dimintai keterangan.

Selain 15 pelajar yang diamankan ini, Kasat menambahkan, sebelumnya pihaknya juga mengamankan 4 pelajar yang terdiri dari 2 putra dan 2 putri di sebuah kamar kos wilayah Dusun Genang Genis, Desa Kerato, Kecamatan Unter Iwes. Empat pelajar ini diamankan karena berdasarkan informasi masyarakat mereka membuat keributan. “Kami juga mengamankan 4 pelajar lain. Karena informasi masyarakat, mereka sering kumpul-kumpul dalam satu kamar kos dan membuat keributan. Sehingga hal itu meresahkan warga setempat,” demikian Kasat. (PSg)

Komentar

comments

Facebooktwitterlinkedinrssyoutube

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *