Kuda-kuda Restorasi Istana Bala Puti Mulai Dipasang

Sumbawa, PSnews – Pasca ludes dilalap si jago merah pada Selasa (11/7/2017) yang lalu, Wisma Daerah atau Bala Puti mulai dibangun kembali. Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman (PCBM) Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI secara resmi membuka Prosesi “Basanyata”  (pemasangan kuda-kuda) Restorasi Istana Sultan Sumbawa, Senin (9/12/2019) di Istana Bala Putih. 

Dalam sambutannya, Direktur PCBM Dirjen Kebudayaan Kemendikbud – Fitra Ardha menyatakan, pelestarian cagar budaya mengandung makna yang merupakan upaya dinamis untuk mengupayakan umur panjang. “Tidak hanya cagar budayanya saja, tetapi juga nilai yang terkandung dengan cara melindungi, mengembangkan dan memanfaatkannya,” ujarnya 

Menurutnya, prosesi ini merupakan bagian dari upaya pelestarian kebudayaan dan bagian dari nilai-nilai yang mengandung filosofi. Prosesi kegiatan pemugaran ini merupakan bagian dari kemajuan kebudayaan yang pada akhirnya berujung pada kesejahteraan masyrakat. “Jadi menurut saya, ini menjadi sangat penting, sehingga diharapkan penyelesaiannya sampai akhir dan dijadikan sebagai destinasti yang betul-betul dirasakan kehadirannya oleh masyarakat. Dan prosesi basanyata ini menjadi bagian terpenting bahwa memberikan pengumuman kepada masyarakat bahwa suatu saat nanti Istana ini akan memiliki nyawa dan menjadi kebanggaan bersama,” tutupnya

Bala Puti atau Wisma Praja yang dilanda kebakaran pada Selasa 11 Juli 2017

Sementara itu, Bupati Sumbawa dalam sambutannya yang disampaikan oleh Asisten Administasi Umum Sekda Sumbawa – Iskandar D menyatakan, Istana Bala Puti merupakan istana terakhir yang dibangun pada masa Kesultanan Sumbawa. Istana ini peletakan batu pertamanya berlangsung pada tahun 1932 yang menjadi kembaran dari istana Kesultanan Bima. Istana Bala Puti memiliki banyak peran selama berjalannya Pemerintahan di Kabupaten Sumbawa. ”Sempat menjadi pusat pemerintahan di Kabupaten Sumbawa. Bahkan ketika gedung kantor Bupati Sumbawa terbakar sekitar tahun 2004 dan selama tiga tahun proses pembangunan Kantor Bupati itu menggunakan Istana Bala Puti sebagai pusat pemerintahan. Kemudian setelah itu digunakan sebagai Wisma Praja, untuk menjamu tamu-tamu pemerintah, jadi cukup banyak perannya selama pemerintahan di Kabupaten Sumbawa,” paparnya.

Wujud asli Istana Bala Puti sebelum kebakaran

Terkait dengan prosesi Basanyata, menurutnya di dalam adat Sumbawa, upacara basanyata masuk ke dalam tatanan upacara tahap menengah menjelang tahap akhir di dalam penuntasan sebuah bangunan di Sumbawa. Upacara basanyata ini sebagai tahapan pertengahan menjelang masuk tahap penuntasan pembangunan rumah di Sumbawa yang sudah mulai menggarap bangunan atas atau atap. “Jadi basanyata itu hanya berlaku pada saat kita menggarap bagian atas rumah. Jadi kalau mulai pondasi itu belum bernama basanyata. Setelah menggarap bagian atas dan meletakkan kuda-kuda kemudian sampai kepada pemasangan sirap genteng atau penutup atap itu, tetap dalam rangkaian basanyata,” terangnya.

Diharapkan pelaksanaan acara basanyata ini dapat berlangsung secara baik, sehingga kelanjutan pembangunan Istana Bala Puti ini akan tetap bisa diteruskan. (PSg)

Komentar

comments

Facebooktwitterlinkedinrssyoutube

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *