Wartawan Babe Gali ‘Surga Hijau’ Desa Pernek

Sumbawa, PSnews – Seperti biasa, setiap hari Sabtu dan Minggu wartawan di Kabupaten Sumbawa yang terbagung dalam Komunitas Jurnalis Bangku Belakang (Babe) menjajal beberapa destinasi wisata yang ada di daerah. Bahkan pada Sabtu (10/3/2018) menempatkan diri berkunjung ke ‘Syurga Hijau’ yang ada di Desa Pernek Kecamatan Moyohulu.

Dalam mengeksplore lokasi wisata air terjun Teba Tewa dan embung Pernek, awak media didampingi Kepala Desa – Saguni, Ketua Pokdarwis – Sukri, Babinkamtibmas Moyohulu – Bripda Taufikul Rizki, para Kepala Dusun, serta sejumlah masyarakat setempat. Lokasi wisata ini bakal bertambah ramai, setelah berbagai inovasi dilakukan oleh Pemerintah Desa bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) ‘Teba Tewa’. Belakangan ini, terutama akhir pekan, lokasi air terjun tersebut bisa dikunjungi ratusan wisatawan, baik dari dalam maupun luar Sumbawa. Tidak hanya lokasi air terjun saja yang bisa dinikmati keindahannya, Embung Pernek yang dibangun pada tahun 2007 dari APBD sekitar Rp 7,5 miliar ini pun dimanfaatkan masyarakat untuk memancing, dan juga foto-foto. Karena lokasinya dikelilingi bukit yang hijau.

Obyek wisata air terjun Teba Tewa Desa Pernek Kecamatan Moyohulu Kabupaten Sumbawa

Bagi pengunjung yang ingin ke lokasi Embung Perenek, hanya menempuh waktu sekitar 20 menit dengan berjalan kaki, dan akan lebih singkat bila menggunakan kendaraan. Untuk menuju lokasi air terjun Teba Tewa dari lokasi embung, bisa dilakukan dengan berjalan kaki dengan waktu tempuh sekitar 5-7 menit. ’’Ada rencana kami Pemerintah Desa bekersajama dengan KPHP Puncak Ngengas Batulanteh merencanakan untuk membangun ekowisata alam. Dan tahun 2017 kami bekerjasama dengan KPHP dan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, telah dilaksanakan beberapa kali pelatihan bagi Pokdarwis. Pada tahun ini, kami telah melaunching ekowisata alam Embung Pernek pada 11 Februari lalu,’’ tutur Saguni.

Di lokasi embung bakal dibangun lapak bagi pedagang kuliner, terutama yang terkenal dengan poteng jadi pernek, juga ada sepat dan makanan khas Sumbawa lainnya. Bahkan ada rencana salah satu LSM dari Jakarta ingin bekerjasama dengan Pemerintah Desa Pernek untuk mengembangkan destinasi wisata yang ada. Mereka ingin membangun semacam flying fox, keramba apung, membangun rakit, serta lainnya. Bakan Pemda Sumbawa khususnya Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata diharap dapat membantu dan mendukung mereka untuk promosi wisata.

Untuk melayani pengunjung, Pemerintah Desa telah bekerjasama dengan Pokdarwis dan BUMDes untuk menyediakan home stay disekitar permukiman warga. Kemudian disediakan pula makanan khas Sumbawa serta kerajinan berupa topi yang terbuat dari daun lontar. Sementara untuk keamanannya dijamin lokasi setempat tetap kondusif. ‘’Setelah ini menjadi desa wisata, maka keamanan menjadi sekala prioritas. Bagi wisatawan yang ingin memesan makanan khas Sumbawa ini, bisa melalui BUMDes, Pokdarwis, juga PKK Desa,’’ tuturnya.

Saguni (kiri) dan Sukri

Kemudian terhadap lokasi air terjun Teba Tewa, menurut Kades spot ini terkendala air. Sebab air terjun dapat ditemui saat musim hujan, terutama intensitas hujan yang cukup tinggi. Meski begitu, pihaknya juga tetap akan menata lokasi setempat dengan mendirikan bangku yang terbuat dari papan, untuk kenyamanan pengunjung yang ingin beristirahat sambil menikmati keindahan alam sekitar air terjun.

Sementara Ketua Pokdarwis ‘Teba Tewa’ Pernek – Sukri menambahkan, pihaknya berencana membangun destinasi wisata bukan hanya untuk pengunjung saja, tetapi destinasi ini akan dijadikan lokasi wisata pendidikan khusus di Kabupaten Sumbawa. Artinya, pelajar SD, SMP, SMA, hingga Mahasiswaakan diajak untuk berwisata pendidikan. Selain ada tanaman hortikultura, juga bakal dibangun minapark. ‘’Dengan adanya wisata seperti itu, kami dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Sehingga ini mengurangi pengangguran di Desa Pernek,’’ pungkasnya. (PSg)

Komentar

comments

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *