Kasus Penghinaan Gubernur NTB Sedang Ditangani Mabes Polri

Sumbawa, PSnews – Kasus penghinaan terhadap Gubernur NTB DR TGH M Zainul Majdi MA yang dilakukan oleh Steven Hadisuryo Sulistiyo, sedang ditangani Mabes Polri. Mengingat tempat kejadian perkara (TKP) berada di luar Indonesia.

“Patut rekan-rekan ketahui, seperti juga yang apa disampaikan oleh orator, bahwa TKP kejadiannya di Singapura, sehingga organisasi yang berkepentingan yang melanjutkan perkara ini adalah Organisasi Internasional. Untuk itu ada satuan khusus yaitu Divisi Hubungan Internasional yang ada di Mabes Polri,’’ terang Kapolres Sumbawa AKBP Yusuf Sutejo, di hadapan massa Gerakan Masyarakat (GEMA) Sumbawa Anti Rasis yang menggelar aksi damai pada Rabu (19/4/2017) di Kantor Bupati Sumbawa.

Ditegaskan, Polri bekerja berdasarkan aturan dan hukum yang berlaku. Nanti Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri yang akan mendalami kasus ini. Dan akan datang ke TKP di Bandara Singapura untuk mengambil sejumlah keterangan saksi-saksi, berkaitan dengan proses hukum. Karena semua itu harus ada pembuktian. ‘’Jadi mari kita kawal bersama proses hukum ini. Namun saya minta pengertian dari para rekan semua, untuk bisa memahami, karena ini TKPnya ada di luar negeri. Jadi yang menangani adalah Divisi Hubungan Internasional,’’ tukasnya.

Pimpinan Ormas bersama Kapolres di depan Kantor Bupati Sumbawa

Dalam kesempatan itu, Kapolres mengajak semua pihak untuk tetap menjaga kondusifitas wilayah. Dengan tidak terpancing dengan isu-isu yang dapat memecah persatuan.

Sementara Bupati Sumbawa yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra – HM Ikhsan menyatakan, Pemda dan masyarakat Kabupaten Sumbawa sangat prihatin dan menyesalkan ucapan yang tidak pantas yang dilakukan oleh saudara Steven, yang tidak mencerminkan semangat keberagamaan, keberagaman. Apa yang diucapkannya telah mengusik semangat kebersamaan dan toleransi yang selama ini telah dibangun. ‘’Saya menduga rasa nasionalisme dari saudara Steven masih diragukan. Jika dia benar-benar cinta terhadap tanah air Indonesia, tentu tidak akan menghina sesama orang Indonesia, kemudian merendahkan suku, agama ataupun latar belakang. Kita semua tentu menyadari bahwa negara ini dibangun atas dasar kebhinekaan,’’ tandasnya.

Selain itu, Pemda Sumbawa memberikan mengapresiasi atas sikap Gubernur NTB yang telah berbesar hati untuk memaafkan pengumpat tersebut. Meski demikian, tindakan hukum perlu ditegakkan. Hal ini penting agar kedepan kejadian serupa tidak terulang kembali. (PSg)

Komentar

comments

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *