Sekda Usir Perwakilan Pendemo lantaran Tidak Beretika

Sumbawa, PSnews –  Kabag Humas dan Protokoler Setda Sumbawa, Rachman Ansori, mengklarfikasi, bahwa Sekda Sumbawa, Drs H Rasyidi terpaksa mengusir perwakilan warga Batulanteh yang menggelar aksi demo di Kantor Bupati Sumbawa karena dinilai tidak beretika.

Sekda Sumbawa - Drs H Rasyidi
            Sekda Sumbawa – Drs H Rasyidi

Sekda menganggap perwakilan pendemo telah mengeluarkan kalimat yang mengganggu adab kesopanan. Karena itu perlu adanya klarifikasi agar tidak muncul opini yang bersifat sepihak dan tendensius.
Kabag Humas menegaskan, bahwa pemerintah daerah sangat mengapresiasi aksi masyarakat Batulanteh dalam menyuarakan aspirasinya. Pemerintah meyakini bahwa aspirasi tersebut adalah murni suara rakyat yang menginginkan perubahan.

Kabag Humas mengemukakan, ketika warga Batulanteh menggelar aksi, Bupati Sumbawa dan pimpinan lainnya sedang berada di luar kantor. Dan sepengetahuannya, para pimpinan tengah meninjau persiapan Festival Moyo di Taman Kerato yang akan digelar, Jumat (11/09/2015).

Ia  mengaku bersama Kasat Intelkam Polres Sumbawa telah melaporkan tentang adanya aksi demo warga Batulanteh kepada Sekda. Selanjutnya Sekda merespon laporan itu dengan menyatakan kesediaannya untuk menerima perwakilan pendemo di ruang kerjanya. Saat itu Sekda didampingi Kadis PU Ir A Rahim dan Kabid Bina Marga M Nur Hidayat selaku pihak yang membidangi tugas-tugas infrastruktur daerah.  Namun belum sempat terjadi pertemuan, salah seorang dari tiga perwakilan aksi yang masuk ke ruang Sekda langsung mengucapkan kata-kata yang tidak beretika. Bahkan dengan intonasi yang meninggi. “Sekda enak-enak makan-makan, kami di Batulanteh sedang kesulitan,” demikian sepenggal kalimat yang dilontarkan perwakilan aksi -Hasrun Altebas.

Kebetulan saat itu Sekda sedang menikmati snack ‘jagung marning’ yang tersedia di atas meja yang juga disiapkan untuk para tamu yaitu perwakilan aksi. Kesan ini sengaja ditunjukkan Sekda agar pertemuan tersebut berlangsung santai dan penuh kekeluargaan. Namun karena pernyataan pedas itu, Sekda merasa tersinggung sehingga meminta para perwakilan pendemo keluar dari ruangannya.

“Intinya kita tidak melarang dan mempersilakan masyarakat memiliki kebebasan dalam berdemokrasi dan mengeluarkan pendapat, tapi etika harus tetap dijunjung tinggi,” ucap Ansori seraya menyampaikan terima kasih kepada aparat kepolisian yang telah menjaga sehingga aksi demo berlangsung dengan tertib. (PSb)

Komentar

comments

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *