Pemkab Sumbawa Belum Terbitkan Izin Satu Retail Modern, Ini Alasannya

Sumbawa, PSnews – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menilai terdapat kendala terkait pola penghitungan jarak atas lokasi retail modern dari pasar tradisional. Hal itu menjadi bahan pertimbangan sehingga penerbitan izin untuk satu retail modern belum dilakukan hingga kini.

tarunawan

Demikian dinyatakan Kepala DPMPTSP Sumbawa – Tarunawan saat diwawancarai, Selasa (3/12/2019). Ia mengakui belum menerbitkan izin satu retail modern tersebut. Sampai saat ini pihaknya belum berani menerbitkan izin, karena terbentur dengan rencana lokasi dibangunnya retail modern berdekatan dengan pasar tradisional. Jika diukur melalui jalan raya, jaraknya lebih dari 250 meter. Sedangkan jika diukur dari titik bagian belakang lokasi dan bagian belakang pasar jaraknya hanya 189 meter. Sehingga jika izinnya diterbitkan, pihaknya berpotensi digugat dan kalah di PTUN. “Kita ketemui kasus itu, ketika kita ukur jaraknya lewat jalan raya, maka itu lebih dari 250 meter. Tapi jika kita ukur dari belakang pasar itu hanya 189 meter. Mana yang kita pakai, untuk amannya lebih baik tidak saya keluarkan dulu izinnya,’’ tandasnya.

Menurut Tarunawan, masih terdapat kelemahan dalam Perbup terkait kejelasan dalam mengukur jarak. “Karena kelemahan kita di Perbub. Di Perbup memang benar diatur 200 meter dari pasar tradisional. Cuma tidak jelas, mengukur jaraknya seperti apa,’’ terangnya.

Terkait kasus ini, menurutnya Perbup harus direvisi dengan memperjelas cara mengukur jarak. Mengingat selama sesuai dengan Perbup, pihaknya tidak memiliki dasar untuk tidak mengeluarkan izin. ‘’Harus revisi Perbup. Harus diperjelas cara mengukur. Selama sesuai dengan Perbup, tidak ada dasar DPMPTSP untuk tidak mengeluarkan izinnya,’’ ujarnya.

Adapun terkait ambang batas jumlah retail modern yang diberikan izin diakuinya tidak ada. Pihaknya hanya mengatur  dengan jarak yang dipersyaratkan dalam Perbup. Sedangkan dampak keberadaan retail modern terhadap usaha kecil juga perlu dilakukan kajian mendalam. “Untuk ambang batas  tidak ada. Kita hanya mengatur dengan jarak itu. Tentu perlu dikaji dengan kajian yang mendalam apakah ada dampak keberadaan retail modern dengan usaha kecil lainnya. Perlu dikaji secara mendalam,’’ pungkasnya. (PSg)

Komentar

comments

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *