Sumbawa Ditetapkan sebagai Role Model Pengembangan PAUD di Indonesia

Sumbawa, PSnews – Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Mamuju, ditetapkan oleh World Bank sebagai Role Model Best Practices Peningkatan Kompetensi Pendidik PAUD bagi kabupaten/kota lain di Indonesia, pada acara The 2nd Early Childhood Education and Development Research (ECED), di Soehanna Hall, Energy Building SCBD Jakarta Selatan, Rabu (11/9/2019). Hadir di kegiatan tersebut, Sekda Sumbawa – H Hasan Basri, bersama Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

Sebagai kabupaten yang ditetapkan sebagai Role Model, Bupati Sumbawa diminta menjadi nara sumber, untuk mempresentasikan tentang peningkatan mutu PAUD di Kabupaten Sumbawa, sehingga sukses menjadi Role Model Best Practices Peningkatan Kompetensi Pendidik PAUD di Indonesia.

Selaku pejabat yang mewakili Bupati Sumbawa dalam presentasi, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Sumbawa – H Sahril menjelaskan, Dikbud mempunyai program kerjasama dengan Dinas PMD, yang mengalokasikan dana desa melalui APBDes, untuk pelatihan para guru PAUD secara berjenjang. Program tersebut telah diikuti oleh 56 desa, yang mengikutkan minimal dua guru PAUD disetiap desa, dengan anggaran 2 juta per orang setiap tahunnya. ‘’Ini merupakan terobosan dalam rangka peningkatan kompetensi guru PAUD, untuk mengelola satuan pendidkan anak usia dini yang lebih baik,’’ terangnya.

Saat ini Kabupaten Sumbawa sudah memiliki program PAUD Holistik Integratif, yang membutuhkan potensi guru yang memadai. Pemerintah pusat dan daerah, mempunyai keterbatasan anggaran, dan berharap pemerintah desa berpartisipasi dalam peningkatan mutu PAUD.

Dijelaskan Sahril, sudah 56 desa yang telah berpartisipasi pada tahun anggaran 2019, dan Dikbud terus berkoordinasi dengan DPMD, agar di anggaran perubahan desa 2019 dan 2020, ada tambahan desa yang ikut berpartisipasi. ‘’Adapun peraturan pendukungnya, melalui Peraturan Bupati tentang Sasaran Penggunaan Dana Desa, dan ditegaskan kembali melalui edaran Bupati pada bulan Februari 2019, serta Peraturan Menteri Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, tentang dukungan pemerintah desa terhadap peningkatan kualitas PAUD,’’ ujarnya.

Sementara Kepala Dinas PMD Sumbawa – Varian Bintoro menyatakan, dukungan pemerintah desa untuk PAUD sudah sangat nyata. Sesuai arahan Ketua TP. PKK Kabupaten Sumbawa yang juga selaku Bunda PAUD, bahwa program PAUD Holistik Integratif sudah harus berkembang di desa dan dianggarkan melalui dana desa. ‘’Saat ini, sesuai arahan Bupati, dana desa difokuskan pada penanganan kasus stunting, kemiskinan, kebutuhan internal desa, serta untuk PAUD yang walaupun belum maksimal,’’ tuturnya.

Kedepan, semua desa diharapkan mengikuti ke 56 desa yang telah menganggarkan APBDes untuk peningkatan kualitas PAUD. ‘’Akan dibuatkan juklak dan juknis sesuai arahan Bupati, dan kami akan melakukan pendekatan dengan 157 kepala desa, untuk menganggarkannya ditahun 2020,’’ demikian Varian. (PSg)

Komentar

comments

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *