Disnakeswan Sumbawa Atur Strategi Hadapi Laju Penyebaran PMK

Sumbawa pulausumbawanews.net – Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) terus berupaya menahan laju penyebaran kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak di sumbawa.

“Kami dari Disnakeswan terus berusaha menghadang laju penyebaran PMK di kabupaten sumbawa dengan memaksimalkan vaksinasi pada hewan ternak terutama diwilayah terjangkit,” ujar Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Sumbawa, H Junaidy.

Meski tingkat penyebarannya cepat lanjut Haji Jun,-(sapaan akrabnya-red) angka kematian ternak karena PMK sangat kecil, hanya 6 ekor dan 11 ekor yang dipotong bersyarat.

Diakui Junaidy, kasus PMK pada ternak di Kabupaten Sumbawa saat ini sudah meluas di 6 kecamatan. Sebelumnya penyakit yang disebabkan oleh virus itu ditemukan di Kecamatan Maronge. “Per 14 Agustus 2022 ini, kasus PMK sudah mencapai 1.019 kasus di 6 kecamatan,” jelas Haji Jun.

Adapun rinciannya kasus PMK itu sambungnya, di Kecamatan Maronge sebanyak 703 kasus, Moyo Hilir 282, Moyo Utara sebanyak 6 kasus, Untir Iwis ada 17 kasus, Lunyuk 10 kasus, dan 1 kasus di Sumbawa.

Haji Jun juga menjelaskan bahwa, pihaknya telah mendrop ribuan dosis vaksin. “Tahap pertama habis 1000 dosis. Kemudian tahap kedua 5000. Tadi pagi nyampe dari Mataram 5000 dosis lagi dan sudah disebar ke UPT-UPT Peternakan,” terangnya.

Meski ribuan dosis vaksin telah habis, jumlah itu masih belum sebanding dengan populasi ternak di Kabupaten Sumbawa yang mencapai 300 ribu lebih.

Untuk mensiasati hal tersebut, strategi vaksinisasi PMK diprioritaskan pada daerah-daerah terjangkit, beserta radius 10 kilometer darinya.

Junaidy mengaku senang dengan tingginya animo peternak memvaksin hewan ternaknya. Untuk memenuhi kekurangan vaksin, pihaknya telah menyurati Pemrov NTB dan meminta dukungan vaksin serta peralatan tambahan. “Kami sudah minta ke provinsi (NTB) tambahan bantuan vaksin dan peralatan lainnya. Namun Pemprov menunggu habis yang ini, baru dikirim lagi,” papar Junaidy.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disnakeswan, Drh Rini Handayani, M.Si,. meminta peternak memaksimalkan kearifan lokal melalui obat-obatan herbal untuk mencegah PMK. Adapun Resep herbal tersebut ungkap Rini meliputi campuran kuning telur, asam, kunyit, gula merah atau madu.

Dikatakannya, larutan herbal itu dapat meningkatkan imum tubuh. “PMK itu penyebab virus. Lawannya adalah imunitas tubuh,” terang Rini seraya menyebut resap herbal itu telah diterapkan disejumlah daerah dan terbukti manjur. (PSa)

Komentar

comments

Facebooktwitterlinkedinrssyoutube

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *