Pemdes Wajib Sisihkan Anggaran 8 Persen untuk Penanganan Covid

Sumbawa, PSnews – Seluruh Pemerintah Desa di Kabupaten Sumbawa sudah menyiapkan anggaran 8 persen dari Dana Desa untuk penanganan Covid—19. Hal ini wajib dilakukan meski di desa tersebut memiliki nol kasus positif corona. “Anggaran Dana Desa yang 8 persen itu memang dikhususkan untuk penanganan covid-19. Semua desa sudah kita tindaklanjuti dengan instruksi Bupati. Itu semua sudah ada, dan semua desa sudah menganggarkan, karena itu masuk dalam APBDesnya,’’ ungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumbawa – Varian Bintoro kepada wartawan Selasa (23/3).

Sejauh ini diketahui belum seluruhnya Desa sudah mencairkan Dana Desa tahap I tahun 2021. Namun anggaran untuk penanganan covid-19 tersebut tetap harus disediakan, karena tertuang dalam APBDes. ‘’Semua Desa sudah patuh terhadap perintah Pusat, menyiapkan anggaran 8 persen dari dana desanya. Ini jumlahnya bervariasi, tergantung besaran dana desa yang diterima,’’ terangnya.

Varian menjelaskan, hasil zoom meeting yang dilakukan bersama Kapuspen Mendagri terungkap, meskipun ada Desa yang tidak pernah memiliki kasus positif Covid-19, Desa tersebut harus tetap menyiapkan anggaran 8 persen dimaksud. Dimana anggaran tersebut digunakan untuk pencegahan kasus positif Covid-19. Sehingga pelaksanaannya bisa dengan melakukan sosialisasi, menyiapkan kebutuhan pencegahan seperti membagikan masker, handsanitizer, disinfektan dan ainya. ‘’Anggaran itu bisa digunakan dalam tahapan pencegahan. Tetap mengantisipasi supaya yang sudah bersih itu tidak tiba-tiba muncul, misalnya ada pendatang yang berkunjung ke desa itu dia harus clear atau bersih dari Covid-19,’’ tegasnya.

Dilanjutkan, sementara bagi Pemdes yang memiliki kasus positif Covid-19, bisa langsung melakukan tindakan penanganan maupun pemulihan. ‘’Bagi Desa yang terdapat kasus covid, maka Desa menggunakan anggaran yang 8 persen itu untuk penanganan itu. Contoh untuk testing, tracing, treatment, itu bisa digunakan untuk membiayai itu. Termasuk untuk yang isolasi mandiri bisa digunakan, tergantung Desa itu seberapa parah kasusnya,’’ tambah Varian.

Diungkapkan, sejauh ini ada beberapa Desa yang sudah mulai melaksanakan penggunaan dana 8 persen tersebut. Namun rata-rata mengarah kepada penindakan pencegahan. ‘’Ini ada yang sudah mulai berjalan. Rata-rata desa ini mengarah kepada tindakan pencegahan. Seperti saat pelaksanaan pembagian BLT juga ada Desa yang membagikan masker sekalian. Tapi ada juga Desa yang masih standby juga, kira-kira anggaran itu mau digunakan untuk apa saja, karena pencairan dananya juga tidak  bersamaan,’’ pungkasnya. (PSg)

Komentar

comments

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *