Disesalkan Produk Lokal Sumbawa Belum Masuk Toko Berjejaring?

Sumbawa, PSnews – Ditengah maraknya kritik warga terhadap jumlah toko berjejaring yang kian masif di wilayah Kabupaten Sumbawa, namun belum terlihat adanya produk lokal yang dipajang di toko-toko tersebut. Padahal cukup banyak produk asli daerah yang dihasilkan oleh pengusaha lokal Kabupaten Sumbawa.

Hal ini disesalkan oleh Ketua DPRD Sumbawa, yang mengaku hingga kini dirinya belum melihat adanya produk lokal yang muncul di pasar berjejaring seperti Alfamart dan Indomaret. Padahal ini sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda). “Tapi sejauh ini kopi Tepal belum muncul di Alfamart dan Indomaret, kopi Ropang belum muncul di Alfamart dan Indomaret, kopi Marente, pengharum ruangan Marente belum muncul di Alfamart dan Indomaret, begitu juga madu Marente, madu Ropang belum muncul di pasar berjejaring ini. Artinya kalau kita mengacu pada Perda, wajib hukumnya potensi lokal itu dimasukkan di pasar berjejaring,’’ tukasnya kepada wartawan.

Khusus di Desa Marente Kecamatan Alas, Rafiq mengaku telah bertemu dengan pegiat UMKM setempat. Disana dirinya meliat adanya produk pengharum mobil dari biji kopi. Sejauh ini hanya diketahui produk pengharum tersebut berasal dari luar daerah. “Tapi Alhamdulillah disana sudah diproduksi (Pengharum ruangan), dan kualitas dari sisi harum itu natural sekali dari kopi agal. Artinya ini sudah mulai tumbuh pegiat-pegiat ekonomi lokal di masing-masing wilayah,’’ ujar Rafiq yang merupakan Anggota DPRD Sumbawa dari Dapil IV.

Terhadap hadirnya pengusaha lokal yang menjual potensi daerah, pihaknya meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dalam hal ini Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan untuk bisa melakukan pembinaan. Perlu juga dilakukan penajaman kualitas dari produk lokal yang dihasilkan. “Jadi ketika disemua wilayah ada pelaku-pelaku ekonomi seperti ini, dengan pembinaan yang baik, saya yakin multiplier effect yang didapatkan oleh teman-teman pengusaha ini sangat luar biasa. Cuma sekarang bagaimana peran Dinas terkait memberikan penajaman kembali kaitan dengan kualitas terhadap produk lokal itu, apakah itu kualitas yang perlu dipertahankan keasliannya, terus bagaimana kemasannya, sehingga nanti ini bisa bersaing dengan produk-produk diluar Kabupaten Sumbawa. Ini yang perlu menjadi PR teman-teman di Dinas Koperindag,’’ tandas Rafiq.

Dengan begitu, menurutnya kualitas dari produk lokal Sumbawa tidak kalah dengan daerah luar. Salah satunya soal kemasan, untuk kopi Tepal kemasannya sama dengan kopi Toraja, kopi Bali dan lainnya. Sehingga tidak ada alasan produk lokal ini tidak ditampilkan di pasar berjejaring. ‘’Tinggal nanti bagaimana kita bicarakan. Apalagi ini banyak pasar berjejaring. Nanti tinggal kita sinkronkan saja dengan teman-teman pasar berjejaring itu. Kebetulan di perdanya juga ada,’’ pungkasnya. (PSg)

Komentar

comments

Facebooktwitterlinkedinrssyoutube

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *