Radio Jangan Ganggu Frekuensi Penerbangan

Sumbawa, PSnews – Semua pihak diajak untuk bijak menggunakan frekuensi radio. Jangan sampai terjadi gangguan terhadap frekuensi penerbangan komunikasi pilot dengan Air Traffic Control (ATC) bandara. “Wujudkan penggunaan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi-red)   yang sarat bermakna, sesuai slogan kita yaitu komunikasi lancar, informasi benar,’’ kata Bupati Sumbawa melalui Asisten Administrasi Umum Sekda Sumbawa – Lalu Suharmaji.

Hal itu disampaikan bupati dalam kegiatan Sosialisasi Implementasi Perizinan Online (E-Licencing) dan Pengawasan Spektrum Frekuensi Radio untuk mewujudkan tertib penggunaan spectrum frekuensi dan perangkat telekomunikasi di Aula Hotel Cendrawasih Sumbawa Besar, pada Rabu (31/7).

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi NTB saat ini sedang gencar mengembangkan pariwisata, sehingga ke depan Bandara Internasional Lombok akan dipadati oleh penerbangan domestik maupun internasional. Begitu juga Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin III yang ada di Sumbawa.

Bupati menjelaskan, spektrum frekuensi radio merupakan sumber daya yang sangat strategis bagi kemajuan bangsa dan negara, untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, memperlancar kegiatan pelayanan pemerintahan, memantapkan pertahanan dan keamanan nasional, memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa, serta meningkatkan kerjasama antar bangsa yang harmonis dan berkesinambungan.

Sementara Kepala Balmon Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Mataram – Komang Sudiarta menjelaskan, tugas dan fungsi Balmon SFR Kelas II Mataram yaitu melakukan observasi dan monitoring seluruh pancaran SFR yang ada diwilayah propinsi NTB., dan melakukan pengawasan bagi pengguna yang illegal, serta pengawasan penjualan prangkat yang belum tersertifikasi. “Sosialisasi ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, sebagai upaya mewujudkan penggunaan frekuensi radio yang tertib, efektif dan aman,’’ ujarnya.

Sosialisasi tersebut, diikuti oleh unsur instansi/dinas pemerintah kabupaten Sumbawa, Sumbawa Barat dan Dompu. Selain itu, juga diikuti oleh unsur dunia pendidikan, penyelenggra broadcast, pengguna radio konsesi, perusahaan penerbangan/pelayaran, serta Orari/Rapi, dengan jumlah peserta sekitar 90 orang. (PSg)

Komentar

comments

Facebooktwitterlinkedinrssyoutube

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *