Pemerintah Bakal Intervensi Keamanan Pangan Sekolah

Sumbawa, PSnews – Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa bekerjasama dengan Balai Besar POM Mataram menggelar bimbingan teknis keamanan pangan sekolah, dalam rangka program intervensi keamanan Pangan, Jajanan Anak Sekolah (PJAS), pada Rabu (24/7) di Aula H. Madilaoe ADT Lantai 3 Kantor Bupati Sumbawa.

Kepala Balai Besar POM di Mataram yang disampaikan oleh Kabid Informasi dan komunikasi Balai Besar POM – I Nyoman Sumasada menyampaikan, tujuan bimtek yaitu untuk tersosialisasinya program keamanan PJAS, tersosialisasinya materi keamanan pangan, terkumpulnya database peserta (kontak person komunitas sekolah dan lintas sektor, kepuasan pelanggan), dan tersosialisasinya tools monev.

Adapun peserta berjumlah 200 orang dari komunitas sekolah sebanyak 3 orang yang terdiri dari Kepala Sekolah/Madrasah yang akan berperan sebagai Pembuat Kebijakan Program Keamanan Pangan Sekolah, Guru UKS yang akan berperan sebagai Koordinator Lapangan Pelaksana Program PJAS di sekolah/Pembina kantin sekolah, pengelola kantin yang akan berperan sebagai agen of change untuk produsen PJAS, Sanitarian dari Puskesmas yang menjadi Pembina UKS sekolah yang menjadi target lokus, petugas Dinas Pendidikan dan petugas Kanwil Kemenag sebagai Tim Pembina UKS. Dengan narasumber dari Dinas Kesehatan Sumbawa dan Balai Besar POM di Mataram. 

Sementara Bupati Sumbawa dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Penjabat Sekda Kab. Sumbawa – H Muhammad Ikhsan mengatakan, masalah ketersediaan dan keamanan pangan merupakan hak dasar manusia, yang saat ini menjadi keprihatinan dunia karena ratusan juta manusia dilaporkan menderita penyakit akibat keracunan pangan, salah satu kelompok masyarakat yang sering mengalami masalah akibat keracunan makanan adalah anak sekolah. Jajanan anak sekolah berisiko terhadap cemaran biologis atau kimiawi yang banyak mengganggu kesehatan, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Dikatakan, anak usia sekolah pada umur 7 sampai 11 tahun berada pada tahap perkembangan konkret operasional yang ditandai pikiran yang logis dan terarah serta mampu berfikir dari sudut pandang orang lain membuat anak usia sekolah sangat peka menerima perubahan dan pembaharuan. Jajanan anak sekolah yang kurang terjamin kesehatannya dapat berpotensi menyebabkan keracunan, gangguan pencernaan dan jika berlangsung lama akan menyebabkan status gizi yang buruk. Selain itu, jajanan tidak sehat dapat menyebabkan prestasi anak di sekolah juga terganggu. Pendidikan kesehatan berperan mengubah perilaku kesehatan seseorang sebagai hasil pengalaman belajar. ‘’Kami kegiatan bimbingan teknis ini dapat menjadi langkah awal guna memberikan pengetahuan kepada orang tua maupun anak-anak mengenai pentingnya memilih jajanan,’’ pungkasnya. (PSg)

Komentar

comments

Facebooktwitterlinkedinrssyoutube

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *