BMKG : Dua Bibit Badai Kepung Indonesia

Sumbawa, PSnews – Hujan yang disertai angin kencang selama dua hari terakhir di wilayah NTB, diakibatkan oleh terbentuknya bibit badai di Australia dan di Filipina. Akibatnya terjadi curah hujan dengan intensitas rendah hingga sedang serta angin kencang.

Kepala Stasiun BMKG Sumbawa, Henriyono, SP yang ditemui di ruang kerjanya, Senin (06/02) menjelaskan, dari hasil pengamatan dan pemantauan, fenomena alam yang terjadi saat ini merupakan dampak dari terjadinya pusat tekanan rendah di bagian Australia atau di bagian selatan wilayah NTB. Kondisi ini berdampak pada pertemuan angin yang mengakibatkan angin kencang dan kenaikan tinggi gelombang laut.
Adapun tinggi gelombang laut di Selat Alas dan perairan wilayah NTB berkisar antara 0,5 hingga 3,5 meter.
“Kondisi ini sangat berbahaya bagi pelayaran. Kami menghimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada. Begitu juga kepada pemilik kapal kecil atau kapal yang tidak layak untuk beristirahat berlayar karena adanya peningkatan ketinggian gelombang laut akibat adanya angin kencang,” tandasnya.
Hendri menerangkan, selain terjadinya pusat tekanan rendah atau Low Frezer di bagian selatan wilayah NTB, juga sedang berlangsung di belahan utara Indonesia, yakni di wilayah Filipina tengah berlangsung Trofical Depresion yang menjadi bibit Siklon dalam tahap permulaan dan berdampak terhadap kecepatan angin (angin kencang). Bila Trofical Depresion tersebut masih berlangsung dalam beberapa hari lagi, maka dipastikan akan terjadi hujan lebat.
“Jadi wilayah kami ini diapit oleh dua fenomena alam, terjadinya pusat tekanan rendah / Low Frezer di Australia atau bagian Selatan Wilayah NTB dan terjadinya Trofical Depresion di Filipina atau bagian utara wilayah indonesia. Keduanya merupakan bibit badai yang berdampak terhadap hujan dan terjadinya angin kencang. Diperkirakan kondisi ini akan berlangsung selama tiga sampai empat hari kedepan,” tegasnya.
Meski wilayah indonesia dikepung oleh dua bibit badai, namun tidak dapat masuk ke Indonesia karena adanya katulistiwa, yang terjadi hanya imbas dari dampak badai tersebut yang ada. (PSj)

Komentar

comments

Facebooktwitterlinkedinrssyoutube

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *