Tim Kementerian Kominfo Lakukan Monitoring Sinyal di Sumbawa

Sumbawa, PSnews – Dalam sepekan, Tim Monitoring Jaringan Telekomunikasi dari Kementerian Kominfo RI dalam hal ini Direktorat Pengendalian Pos dan Informatika, melakukan monitoring sinyal di Kabupaten Sumbawa. Itu dilakukan menyusul masih adanya wilayah blank spot dan lemah sinyal di beberapa wilayah di Sumbawa.

Setelah menggelar Rapat Persiapan bersama Pemkab Sumbawa dan Pemkab KSB pada Selasa (9/7) lalu di Samawa Sea Side Cottages Ai Loang, Kepala Sub Direktorat Telekomunikasi Khusus dan Jaringan Telekomunikasi Kemenkominfo RI Indra Apriadi selaku Ketua Tim bersama Tim didampingi oleh Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi Dinas Kominfotik NTB Mahmud dan Tim Pendamping dari Dinas Kominfotik Sumbawa, melakukan trabas ke beberapa wilayah terpencil menggunakan kendaraan roda dua jenis trail. Tim melakukan trabas sinyal menuju Desa Tepal-Tangkampulit-Batutotok Kecamatan Batulanteh, Desa Senawang Kecamatan Orong Telu, Desa Sempe Kecamatan Moyo Hulu, Desa Labuhan Ijuk Kecamatan Moyo Hilir, Desa Pungkit Kecamatan Moyo Utara dan Desa Kerekeh Kecamatan Unter Iwes. “Ditjen PPI melakukan monitoring secara rutin ke seluruh wilayah Indonesia yang masih blank spot dan lemah sinyal, termasuk Kabupaten Sumbawa,’’ tutur Ketua Tim – Indra Apriadi.

Dari kegiatan monitoring ini, pihaknya dapat memetakan mana wilayah blank spot untuk kemudian dikoordinasikan dengan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Kominfo untuk diusulkan pembangunan BTS Daerah Terpencil melalui program Universal Service Obligation (USO) Bidang Telekomunikasi dan Informatika. Kemudian untuk daerah-daerah lemah sinyal, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak operator seluler agar dilakukan optimalisasi coverage area.

Didampingi Kabid Sandi dan Keamanan Informasi Dinas Kominfotik Provinsi NTB, Indra menambahkan bahwa monitoring ini juga untuk memastikan ada beberapa titik terkait tarif yang diberlakukan oleh operator yang menurut laporan warga setempat terjadi kemahalan.

Sementara Kepala Dinas Kominfotik Sumbawa – Rachman Ansori saat mendampingi tim mengatakan, Pemda Sumbawa mengapresiasi kegiatan monitoring oleh pihak Kementerian, yang hasilnya nanti dapat ditindaklanjuti sesuai klasifikasinya dengan pihak terkait dalam hal ini BAKTI dan Operator. Diharapkan melalui program ini Indonesia Merdeka Sinyal 2020 dapat diwujudkan khususnya di Kabupaten Sumbawa. “Kegiatan monitoring ini merupakan tindak lanjut laporan-laporan masyarakat terkait lemah sinyal, tarif maupun daerah yang tidak terakses sinyal di Kabupaten Sumbawa, yang kami follow up ke Kementerian Kominfo,’’ pungkasnya. (PSg)

Komentar

comments

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *