Astaga, Seorang Ayah Tega Perkosa Anak Kandung

Sumbawa, PSnews – Entah setan apa yang merasuki seorang lelaki berinisial AS (48) asal Dusun Makerti, Desa Tolo’oi, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa. Manusia berhati binatang ini tega menyetubuhi anak kandungnya sendiri yang masih dibawah umur.

Kanit PPA Polres Sumbawa – Arifin Setiko yang dikonfirmasi, Jum’at (21/6/2019) membenarkan hal tersebut. Korban bersama kakeknya serta didampingi Kepala Dusun setempat telah melaporkan kasus tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sumbawa.
Dari pengakuan korban, beber Arifin, pelaku sudah tiga kali melancarkan aksi bejatnya itu. Kejadian pertama pada bulan Februari 2019 lalu di sebuah rumah di ladang jagung milik pelaku. Menjelang satu minggu kemudian di tempat yang sama, pelaku kembali melakukan aksi serupa. Kemudian kejadian terjadi lagi pada siang hari di lokasi yang sama pada awal Juni 2019.
Karena sudah tidak tahan dengan perbuatan biadab ayahnya, pada Rabu (19/6/2019) remaja 16 tahun itu kemudian mencerikan hal tersebut kepada kakak perempuannya dan ibu angkatnya. Kemudian ibu angkatnya, menghubungi Kadus beserta Kades dan Babhimkamtibmas setempat.
Setelah mendapatkan laporan, 8 anggota Polsek Empang langsung berangkat menuju Tolo’oi untuk mengamankan pelaku. Namum sayangnya petugas tidak mendapatkan pelaku di tempat. Bahkan petugas dari Desa juga mencari pelaku ke kebun jagungnya, tapi tidak  juga ditemukan. ”Untuk korban tadi sudah dibawa ke RSUD Sumbawa untuk dilakukan pemeriksaan medis, tapi kami belum bisa menjelaskan hasilnya,” terangnya.
Hingga saat ini pelaku masih dalam pencarian. Petugas masih standby di Desa Tolo’oi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat setempat agar tidak main hakim sendiri. (PSg)

Komentar

comments

Spread the love

One thought on “Astaga, Seorang Ayah Tega Perkosa Anak Kandung

  • June 23, 2019 at 9:58 pm
    Permalink

    Ayah biadab,spt kue buat adonan sendiri di makan sendiri,harus di hukum mati

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *