Minta Diakomodir, Warga Tongo Blokir Jalan ke Pit PTNNT

Sumbawa Barat, PSnews – Sebanyak 12 warga pencari kerja asal Desa Tongo Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), diamankan pihak kepolisian setempat. Mereka diamankan setelah kembali melakukan aksi unjuk rssa dan blokir jalan objek vital nasional (OBVITNAS) tambang PTNNT, sekitar pukul 08.30 wita, Rabu (02/09/2015).

Warga Tongo tutup akses jalan ke Pit Batu Hijau
Warga Tongo tutup akses jalan ke Pit Batu Hijau

Mereka langsung dibawa ke Mapolres Sumbawa Barat di Taliwang karena dianggap melanggar aturan.

Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Teddy Suhendiawan Syarif, SIK, M.Si, menerangkan bahwa  pihaknya menerima informasi dari security PTNNT bahwa ada aksi unjuk rasa dari sekelompok warga. Mereka akhirnya diamankan karena tidak mengantongi surat pemberitahuan kepada aparat kepolisian terkait dengan aksi yang mereka lakukan.

Menurut Kapolres, pihaknya sadar bahwa warga tersebut berhak dalam menyampaikan segala aspirasi, namun harus mengikuti prosedur hukum. Setelah melalui dialog dengan warga, akhirnya polisi melepas mereka karena telah menandatangani surat pernyataan untuk tidak kembali menggelar aksi serupa.

Dalam aksinya tersebut beber Kapolres, warga menuntut agar PTNNT memberikan kejelasan terkait penerimaan karyawan baru bagi warga yang namanya sudah ada di dalam waiting list. Warga juga kesal lantaran selama ini PTNNT dianggap membohongi publik dengan mengeluarkan informasi yang tidak jelas. Hal tersebut dibenarkan oleh pengunjuk rasa.
Salah seorang warga yang ikut memblokir jalan PTNNT, Wildan, menyesalkan tindakan PTNNT yang tidak pernah memperhatikan mereka yang nota bene sebagai penduduk yang tinggal paling dekat dengan area sumur tambang.

Selama ini, akunya, PTNNT tidak pernah memberikan kontribusi positif bagi warga desanya. “Ini tanah kelahiran kita, massa PT Newmont tidak mau memberikan kontribusi dengan minimal mengakomodir kita sebagai karyawan,” keluh Wildan.

Warga Tongo yang menutup akses jalan ke pit Batu Hijau
Warga Tongo yang menutup akses jalan ke pit Batu Hijau

Herman Yadin dan Masyurdi dua warga lainnya juga mengaku telah dibohongi oleh manajemen PTNNT. Pasalnya sudah cukup lama nasib mereka digantung dengan tidak adanya kepastian.

Mereka berharap PTNNT bisa mengakomodir mereka yang masih terdaftar dalam waiting list untuk dijadikan karyawan. Karena jika tidak, sebagai putra asli daerah lingkar tambang akan secara terus menerus kembali menggelar aksi serupa hingga membawa massa yang lebih banyak. (PSb)

Komentar

comments

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *